Kasus Antasari Tak Akan Dicampuradukkan di Tim Delapan

Kompas.com - 11/11/2009, 14:56 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution menegaskan, tak akan memasukkan urusan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen ke dalam agenda kerja Tim Delapan meskipun dinamika kasus ini di pengadilan juga menunjukkan indikasi dugaan pelemahan KPK.

"Tidak dimasukkan dalam agenda Tim Delapan, tapi memang antara kasus Bibit, Chandra, dan Antasari ada keterkaitan bahwa ini ada skenario untuk menghancurkan KPK," tutur Buyung di Kantor Wantimpres, Rabu (11/11).

Buyung mengaku bertanya-tanya ada apa di balik kasus yang sedang ditanganinya dan kasus Antasari. Buyung menilai wajar jika publik berpikir ada keterkaitan kuat di antara kedua kasus ini. Ketiganya merupakan pimpinan KPK dan ada upaya pelemahan KPK. "Apakah memang betul ada pembunuhan? Namun, apa betul Antasari yang bunuh Nasrudin? Atau itu hanya sebuah skenario yang menghancurkan KPK, sasaran pertama Antasari, kedua Bibid dan Chandra," katanya.

Untuk itu, Buyung sangat mendesak pemerintah untuk segera mencari aktor intelektual di balik fenomena ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.