Remaja Tewas Setelah Divaksin HPV

Kompas.com - 30/09/2009, 10:26 WIB
Editor

KOMPAS.com — Seorang gadis berusia 14 tahun dilaporkan tewas setelah menerima vaksin cervarix, vaksin untuk mencegah kanker serviks (leher rahim). Kematian gadis tersebut kini tengah diselidiki produsen vaksin GlaxoSmithKline bersama dengan dinas kesehatan setempat.

Vaksinasi cervarix merupakan salah satu program imunisasi nasional di Inggris untuk para remaja putri dalam rangka mencegah infeksi human papillomavirus, penyebab utama kanker serviks.

Saat ini pejabat kesehatan telah mengisolasi contoh vaksin yang digunakan di sekolah tersebut. "Kejadian ini terjadi tak lama setelah gadis itu menerima vaksin HPV di sekolahnya pada hari Senin (28/9)," kata Dr Caron Grainger, kepala kesehatan publik dari the National Health Services Coventry City Council, Inggris.

Ditambahkan oleh Grainger, hasil pemeriksaan awal terhadap mayat gadis itu menyebutkan adanya gangguan kesehatan serius sehingga vaksin mungkin tak terkait dengan kematiannya. "Adanya kondisi gangguan kesehatan diperkirakan yang menyebabkan kematian. Namun kami masih menunggu hasil tes lebih lanjut," katanya.

Walaupun telah jatuh satu korban jiwa, Pemerintah Inggris menyatakan akan tetap melanjutkan program imunisasi nasional, apalagi selama ini vaksin ini memiliki riwayat keamanan yang tinggi.

"Karantina contoh vaksin ini hanyalah tindakan pencegahan. Karena itu program vaksinasi ini akan terus dilanjutkan sesuai rencana, tidak ada alasan untuk menghentikannya," kata juru bicara departemen kesehatan setempat.

Dalam pernyataannya, GlaxoSmithKline menyatakan saat ini bersama dengan pejabat kesehatan masih menyelidiki untuk mengetahui dengan jelas kasus ini. "Pada tahap ini penyebab pasti kematian yang tragis ini masih belum diketahui," tulisnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambahkan bahwa reaksi yang mungkin timbul dari vaksin Cervarix, baik gejala atau tanda-tanda, sudah tercantum dalam informasi produk adalah karena proses injeksi dan bukan karena vaksin itu sendiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X