Ampun... Pedagang Pasar Tradisional Kian Terjepit

Kompas.com - 22/07/2009, 19:22 WIB
Editor

 

SLEMAN, KOMPAS.com- Pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta mulai terdesak keberadaan toko-toko modern, seperti supermarket dan minimarket, yang telah masuk ke pelosok-pelosok kampung. Pemerintah Kota Yogyakarta berencana membatasi gerak dan jumlah toko-toko modern itu untuk melindungi pasar tradisional.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Achmad Fadli dalam diskusi terbatas berjudul Problematika Pemberdayaan Pasar Tradisional di DI Yogyakarta di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (22/7). Diskusi itu diselenggarakan anggota DPD DIY Hafidh Asrom.

"Dari beberapa kali pertemuan dengan paguyuban pedagang pasar, mereka mengeluhkan toko-toko modern yang masuk ke kampung-kampung. Hal itu menurunkan omzet dan pelanggan pasar tradisional," kata Fadli.

Adapun mengenai mal, Fadli mengatakan hal itu tidak berpengaruh signifikan terhadap eksistensi pasar tradisional karena memiliki segmen pasar yang berbeda.

Menurut Fadli, kondisi itu sangat mengancam keberadaan 33 pasar tradisional di Kota Yogyakarta yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kecil. "Selain itu, pasar tradisional punya interaksi sosial yang unik yang tidak ada di tempat lain, seperti hubungan kekeluargaan antara pedagang dan pembeli serta mekanisme tawar-menawar harga," katanya.

Karena itu, Fadli mengatakan Pemkot Yogyakarta saat ini tengah menggodok peraturan baru yang akan membatasi gerak dan toko-toko modern di Yogyakarta. Peraturan baru itu akan memperkuat Peraturan Walikota Nomor 18/2006 tentang Pembatasan Usaha Berbasis Jejaring.

Di antara ketentuan baru nanti adalah penetapan radius minimal 400 meter pendirian pasar modern dari pasar tradisional serta jumlah toko modern hanya akan dibatasi hingga 49 unit saja. "Peraturan ini akan dituangkan dalam Peraturan Walikota dan penerbitannya tinggal menunggu tandatangan walikota yang diperkirakan pada bulan ini juga," kata Fadli.

Hafidh Asrom menyatakan sangat mendukung ide pembatasan toko modern itu. Selain itu, ia juga berharap pemerintah melakukan penataan, baik fisik maupun manajemen pasar-pasar tradisional agar bisa bersaing dengan toko modern.

"Namun, penataan pasar itu jangan diserahkan kepada investor swasta, melainkan ditangani pemerintah sendiri agar tidak memunculkan gejolak dan pasar tetap bisa diakses para pedagang kecil. Hal tak kalah penting juga adalah pembukaan akses permodalan ke perbankan bagi para pedagang pasar yang selama ini selalu terbentur masalah klasik itu," kata Hafidh.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Bamsoet: Kita Hindari Pansus Jiwasraya untuk Kurangi Kegaduhan

Nasional
Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Bambang Widjojanto Nilai Kenaikan Indeks Persepsi Korupsi Mesti Dilihat Hati-hati

Nasional
PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

PDI-P: Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional merupakan Ekspresi Semangat Kebangsaan

Nasional
Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Jejak Orang Tionghoa dalam Penyebaran Islam di Pulau Jawa

Nasional
Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Nasional
Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Nasional
Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Nasional
Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Nasional
BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

Nasional
Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Nasional
Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Nasional
Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Nasional
Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Nasional
Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Nasional
Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X