Kapolri Akui Ada Upaya Gagalkan Pelantikan SBY

Kompas.com - 17/07/2009, 20:06 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman terhadap keamanan Republik Indonesia selalu ada dan bertambah dalam momen pemilihan umum seperti saat ini. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengakui adanya berbagai ancaman yang datang sejak proses kampanye hingga menjelang pelantikan presiden terpilih.

"Secara tegas, betul ada yang akan menduduki Komisi Pemilihan Umum, tindakan kekerasan, ancaman presiden tidak perlu dilantik," ujar Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, dalam konferensi pers di halaman Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (17/7).

Namun, dia berjanji Polri akan menindak tegas pelakunya karena hukum memang harus ditegakkan. Dia memberi contoh tentang ancaman penembakan yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kalimantan Timur. Menurutnya, saat ini pelaku telah diketahui dan ditangkap pada 5 Mei 2009 lalu.

Dia berharap masyarakat memberikan kontribusi dalam penertiban keamanan. Dia tak ingin kejadian yang ada di Cilacap dan Malang terjadi kembali. Apalagi, lanjutnya, kejadian di kawasan Mega Kuningan ini. "Bom yang ditemukan di sana (Cilacap dan Malang), identik dengan di sini (Mega Kuningan). Padahal mereka ada di perkampungan, tapi tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tegur PKB, Wakil Sekjen PBNU: Seolah-olah Lebih Hebat dan Berjasa dari NU...

Tegur PKB, Wakil Sekjen PBNU: Seolah-olah Lebih Hebat dan Berjasa dari NU...

Nasional
KSP: Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Bukti Reputasi Pemerintah Membaik

KSP: Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Bukti Reputasi Pemerintah Membaik

Nasional
Penyelesaian Perkara Terhambat, KPK Tambah Personel Jaksa

Penyelesaian Perkara Terhambat, KPK Tambah Personel Jaksa

Nasional
Isi Perjanjian FIR Indonesia-Singapura Belum Bisa Diakses Publik, Pakar Pertanyakan Klaim Pemerintah

Isi Perjanjian FIR Indonesia-Singapura Belum Bisa Diakses Publik, Pakar Pertanyakan Klaim Pemerintah

Nasional
KPK Dalami Uang Rp 200 Juta yang Diberikan Wali Kota Pepen ke Ketua DPRD Bekasi

KPK Dalami Uang Rp 200 Juta yang Diberikan Wali Kota Pepen ke Ketua DPRD Bekasi

Nasional
Sebagian FIR Masih Dikuasai Singapura, Kehormatan RI Sebagai Negara Besar Disorot

Sebagian FIR Masih Dikuasai Singapura, Kehormatan RI Sebagai Negara Besar Disorot

Nasional
PTM Berlanjut, Satgas: Bisa Dihentikan 2 Minggu jika Ada Temuan Kasus Covid-19

PTM Berlanjut, Satgas: Bisa Dihentikan 2 Minggu jika Ada Temuan Kasus Covid-19

Nasional
Kapolri: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Optimalkan Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional

Kapolri: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Optimalkan Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional

Nasional
MAKI Berharap Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Tak Hanya di Atas Kertas

MAKI Berharap Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Tak Hanya di Atas Kertas

Nasional
BNPB Uji Coba Blue Pass untuk Pelacakan Kontak Erat Covid-19

BNPB Uji Coba Blue Pass untuk Pelacakan Kontak Erat Covid-19

Nasional
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara 2 Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis ke PN Tipikor Pekanbaru

Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara 2 Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis ke PN Tipikor Pekanbaru

Nasional
Akun Instagram Giring Sempat Hilang, PSI: Ini Operasi Buzzer Berbayar!

Akun Instagram Giring Sempat Hilang, PSI: Ini Operasi Buzzer Berbayar!

Nasional
KPK Buka Pengembangan Kasus Suap pada Proyek di Kabupaten Tulungagung

KPK Buka Pengembangan Kasus Suap pada Proyek di Kabupaten Tulungagung

Nasional
Dugaan Suap, Dua Pejabat Ditjen Pajak Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Dugaan Suap, Dua Pejabat Ditjen Pajak Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Nasional
Panglima TNI Ganti Nama Satuan Elite Korps Paskhas Jadi Kopasgat

Panglima TNI Ganti Nama Satuan Elite Korps Paskhas Jadi Kopasgat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.