Iklan Capres dan Cawapres Belum Efektif

Kompas.com - 08/06/2009, 21:55 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Iklan capres cawapres yang ditampilkan dimedia massa dinilai belum efektif. “Secara umum iklan ketiga capres sudah mengena, namun masih ada beberapa catatan,” kata pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali saat dihubungi Kompas.com melalui telepon (8/6).

Ambil contoh misalnya pasangan SBY-Boediono. Menurut Effendi, iklan SBY-Boediono lebih banyak menampilkan profil dan sisi emosional SBY dan Boediono. Iklan mereka belum mengarah pada program-program yang akan dilakukan kalau mereka terpilih.

“Saya melihat ini menjadi penegasan emosional bagi para simpatisan SBY,” kata Effendi. Kubu SBY, menurutnya harus mengarahkan iklannya pada program-program, janji, dan melawan isu mengingat banyak serangan dilancarkan kepada mereka dari banyak pihak.

Sebaliknya, iklan JK-Wiranto dinilainya lebih bervariasi. “Fokusnya pada golongan menengah ke atas. Maka tidak heran pendukungannya banyak datang dari kalangan ini,” katanya. Namun, tambahnya, iklan JK-Win belum menyentuh golongan perempuan dan menengah ke bawah.

Sementara iklan pasangan Mega-Prabowo dinilainya terlalu lebar. Terlalu banyak yang ingin mereka sampaikan dalam satu iklan. Katanya, iklan ini harus dipecah-pecah. Misalnya, kalau mau bicarakan petani buatlah satu iklan, jangan digabung dengan nelayan dan buruh. Dalam iklan itu dijabarkan apa saja program dan janji yang ingin disampaikan pada publik, apa itu kredit petani? Apa saja yang ingin dilakukan untuk petani?

Selain iklan di televisi, Effendi yang mendapat gelar doktor dari Radboud Nijmegen University Belanda ini juga menyoroti iklan politik di media cetak. Menurutnya, iklan-iklannya masih seputar permohonan doa restu, belum mengarah ke program dan janji pada publik.

“Namun tadi (hari ini) ada yang cukup bagus. Itu iklan untuk pendidikan politik. Siapa saja bisa membandingkannya, di sana ada 4 sumber,” ungkapnya. Yang dimaksud penggagas Republik Mimpi itu adalah iklan survei pra pilpres yang dimuat di Harian Kompas halaman 12 Senin (8/6). Di situ ditampilkan data terbaru pilihan masyarakat pada ketiga calon sebagaimana dipublikasi di Kompas.Com., Detik.Com., Republika.Co.Id., dan Lembaga Survei Indonesia.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X