Kalpataru bagi Masyarakat Adat

Kompas.com - 06/06/2009, 03:36 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Anugerah Kalpataru tahun 2009 di antaranya diberikan kepada dua masyarakat adat, yakni Dayak Wehea, Kalimantan Timur, dan Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung, Riau. Aturan adat terbukti melindungi kekayaan dan fungsi hutan dari ancaman kehancuran logika bisnis.

Hutan lindung seluas 38.000 hektar selain menyimpan kekayaan alam penopang kultur suku Dayak Wehea sekaligus rumah bagi flora dan fauna, termasuk ratusan orangutan Kalimantan. Sementara itu, Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung berhasil menjaga kelestarian hutan adat Rimbo Tujuh Danau seluas 1.000 ha dengan kekayaan alamnya.

”Negeri ini patut berterima kasih kepada pejuang lingkungan,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar pada penyerahan anugerah penghargaan lingkungan di Jakarta, Jumat (5/6).

Kalpataru diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara kepada 12 orang atau kelompok masyarakat, sedangkan Adipura dan Adiwiyata serta Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah diserahkan Menneg LH di tempat lain.

Di Istana Negara, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup, Presiden mengatakan, upaya bersama menyelamatkan dan merehabilitasi lingkungan hidup selama ini belum cukup. ”Harus kita tingkatkan dan harus berbuat lebih banyak lagi,” ujarnya.

Untuk langkah bersama ke depan, Presiden menyebut empat langkah. Pertama merawat dan melestarikan lingkungan hidup yang masih ada. Kedua, yang sudah telanjur rusak diperbaiki dengan mengubah gaya hidup, mengeluarkan anggaran, kerja sama internasional, dan melibatkan teknologi. Ketiga, mengurangi emisi karbon dioksida. Keempat, kampanye penanaman dan pemeliharaan pohon.

10 individu

Selain bagi masyarakat adat, Kalpataru diberikan bagi 10 individu dari Sumatera hingga Papua, serta Sulawesi Utara hingga Nusa Tenggara Barat. Mereka terpilih melalui seleksi dari tingkat kelurahan hingga nasional.

Di Papua, peladang di pedalaman Fakfak, Papua Barat, tekun mengembangkan lahan dari 5 ha menjadi 55 ha selama 20 tahun. Puluhan ribu tanaman kayu dan buah bernilai ekonomi tinggi ditanamnya hingga mampu menyekolahkan kedua anaknya di jenjang perguruan tinggi.

Penganugerahan lingkungan diwarnai pembacaan Deklarasi Kalpataru yang dibacakan peraih Kalpataru tahun 1998, Eko Budiharjo, didampingi 40 tokoh peraih Kalpataru. Mereka risau dan prihatin terhadap kecenderungan bunuh diri ekologis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala BNPT: Jangankan Pekerja BUMN, Polisi Saja Ada yang Terpapar Radikalisme

Kepala BNPT: Jangankan Pekerja BUMN, Polisi Saja Ada yang Terpapar Radikalisme

Nasional
Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

Barang Mewah hingga Air Soft Gun Milik Bos First Travel Bakal Dilelang, Berikut Daftarnya...

Nasional
Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Pengusaha Penyuap Eks Aspidum Kejati DKI Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Nasional
Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

Selasa Sore, Tommy dan Titiek Soeharto Akan Bertemu Petinggi PKS

Nasional
2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

2 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan Tewas Saat Penangkapan

Nasional
Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

Mendagri Sebut Kepala Daerah Minta Dana Tunjangan demi Tekan Korupsi

Nasional
Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

Gubernur Lemhannas: Isu Radikalisme dan Investasi Sama Pentingnya

Nasional
Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

Terkait Desa Fiktif, Kemendagri Usul Penggabungan atau Pemecahan Desa

Nasional
Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

Siapa Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan?

Nasional
Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

Kepala Bappenas: Presiden Ingin Istana di Ibu Kota Baru Tak Berwajah Kolonial

Nasional
Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

Menko Polhukam dan BNPT Gelar Pertemuan, Bahas Terorisme hingga Radikalisme

Nasional
KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

KKP Tangkap Kapal Filipina Pencuri Ikan, Isinya 200 Kg Tuna

Nasional
Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

Mendagri Ingin Ada Kategori Daerah Siap dan Tak Siap Gelar Pilkada Langsung

Nasional
Dicecar soal 'Fee' Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

Dicecar soal "Fee" Jadi Pembicara di Forum HRD, Ini Kata Calon Hakim Ad Hoc Mariyanto

Nasional
Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

Wakil Ketua Komisi III DPR Pertanyakan Transaksi Timah Ilegal di Babel

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X