Gerakan Damai Sejahtera Dukung Mega-Pro - Kompas.com

Gerakan Damai Sejahtera Dukung Mega-Pro

Kompas.com - 31/05/2009, 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan Damai Sejahtera (GDS) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres Megawati-Prabowo (Mega-Pro) atas dasar rasa nasionalisme dan kerakyatan yang kental terlihat pada pasangan ini, demikian dikatakan Anggota DPR RI dari Fraksi PDS, Arisman Zagoto.

"Dari ketiga capres-cawapres yang ada, kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada pasangan Mega-Pro untuk jadi presiden dan wapres periode 2009-2014 demi menuju masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera," kata Arisman di Jakarta, Minggu (31/5).

Sikap yang ditunjukkan pasangan Mega-Pro, kental dengan paham NKRI, nasionalisme dan kerakyatan. "Mereka paling kental jika dibandingkan pasangan calon lainnya," tambahnya.

Deklarasi organisasi yang terdiri dari fungsionaris, kader dan simpatisan Partai Damai Sejahtera serta organisasi kemasyarakatan lainnya itu dibacakan Ketua GDS, Ivan Purba. "Maka itu GDS siap bekerja keras memenangkan pasangan Mega-Pro pada pemilihan presiden 2009," kata Ivan.

Menurut Ivan, pihaknya telah menyiapkan strategi pemenangan pasangan ini di seluruh wilayah Indonesia. Deklarasi dukungan tersebut disaksikan langsung Prabowo, cawapres yang diusung Partai Gerindra.

"Saya menerima dan mengucapkan terima kasih atas deklarasi dukungan ini. Saya menghargai keputusan deklarasi ini untuk memberikan jalan yang terbaik bagi bangsa, rakyat dan negara," kata Prabowo.


Editor

Terkini Lainnya

Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

Megapolitan
Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

Internasional
Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

Nasional
Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Internasional
Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

Megapolitan
Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

Megapolitan
Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

Megapolitan
Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

Regional
Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

Regional
PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

Internasional
Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

Megapolitan
Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

Regional
Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

Nasional
Fakta Rumah Klasik 'Bohemian Rapsody' di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Fakta Rumah Klasik "Bohemian Rapsody" di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

Regional
Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

Nasional

Close Ads X