Gus Solah: JK-Win Lebih Diterima Warga NU

Kompas.com - 22/05/2009, 17:17 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemimpin Pondok Tebuireng Jombang, KH Solahuddin Wahid atau Gus Solah, mengatakan, pasangan Capres Jusuf Kalla-Cawapres Wiranto lebih mudah diterima kalangan Nahdlatul Ulama (NU) karena hubungan yang telah terjalin selama ini.

"Kiai NU itu kalau mau ketemu Pak JK cukup SMS, berangkat ke Jakarta, setelah itu pasti ketemu. Prosedurnya tak rumit," kata Gus Solah ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut Gus Solah, latar belakang orangtua JK yang merupakan tokoh NU Sulawesi Selatan juga menjadi faktor yang sangat penting bagi nahdiyin. Selama ini, JK juga dikenal sangat ringan tangan membantu para kiai NU.

Gus Solah juga menjelaskan, pasangan JK-Win memiliki peluang besar untuk meraih suara dari masyarakat Jawa. Selain karena aspek Jawa dan non-Jawa dalam pasangan JK (Sulawesi)-Win (Jawa), peluang itu juga besar karena adanya dukungan terbuka dari Sri Sultan HB X. "Di Yogyakarta dan sekitarnya, pengaruh Sri Sultan HB X memang kuat," kata Gus Solah.

Menurut Gus Solah selain DI Yogyakarta, kawasan di sekitarnya juga masih di bawah pengaruh kuat Sultan HB X. Wilayah tersebut adalah kawasan Jateng di bagian utara, Klaten dan barat DI Yogyakarta, seperti Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten, Kabupaten Kebumen, dan lainnya.

Adapun wilayah di Karesidenan Solo, yang meliputi Kota Solo, Sukohardjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri, pengaruh Sultan HB X berhimpitan dengan Kasunanan Solo.

Pengaruh budaya Jawa dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Solo juga terasa di kawasan Jatim bagian selatan dan barat, yang meliputi Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Madiun.

Melihat potret politik seperti itu, Gus Solah optimistis, pilpres 2009 kecil kemungkinan berlangsung sekali putaran.

Kombinasi duet Jawa-luar Jawa dan sipil-militer yang direpresentasikan JK-Win tak bisa dinafikan oleh duet Jawa-Jawa dan militer-sipil yang direpresentasikan SBY-Boediono dan duet sipil-militer pengusaha oleh Mega-Prabowo.

"Saya sempat mendapat bocoran data dari sebuah lembaga survei di Jakarta bahwa setelah duet capres-cawapres itu muncul, ternyata tingkat elektabilitas Pak JK makin naik," katanya.

Menurut Gus Solah, pada survei 3 Mei sampai 7 Mei, duet SBY-Boediono memperoleh 32,5 persen, JK-Wiranto 27,5 persen, dan Mega-Prabowo 20 persen. "Sisanya belum menentukan pilihan. Pertarungan pilpres kali ini paling keras di Jawa, terutama di Jatim, Jateng, DI Yogyakarta, dan Jabar," kata Gus Solah.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepengurusan Gerindra 2020-2025: Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Edhie Prabowo Jadi Wakil Ketua Dewan Pembina

Kepengurusan Gerindra 2020-2025: Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Edhie Prabowo Jadi Wakil Ketua Dewan Pembina

Nasional
Jika Perppu tentang Pilkada Kembali Diterbitkan, KPU Usulkan 5 Hal Ini

Jika Perppu tentang Pilkada Kembali Diterbitkan, KPU Usulkan 5 Hal Ini

Nasional
UPDATE 19 September: Sebaran 4.168 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 19 September: Sebaran 4.168 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
KPK Siap Selidiki Keterlibatan Nama Lain dalam Kasus Jaksa Pinangki

KPK Siap Selidiki Keterlibatan Nama Lain dalam Kasus Jaksa Pinangki

Nasional
Sebelum Positif Covid-19, Komisioner KPU Pramono Ubaid Berkunjung ke Makassar dan Depok

Sebelum Positif Covid-19, Komisioner KPU Pramono Ubaid Berkunjung ke Makassar dan Depok

Nasional
Kebijakan KBK Picu Lonjakan Layanan Tidak Langsung di FKTP

Kebijakan KBK Picu Lonjakan Layanan Tidak Langsung di FKTP

Nasional
Soal Kemungkinan Pilkada Ditunda, Ketua KPU: Belum Ada Pikiran Itu

Soal Kemungkinan Pilkada Ditunda, Ketua KPU: Belum Ada Pikiran Itu

Nasional
Senin Depan, Bareskrim Periksa 12 Saksi Kasus Kebakaran Kejagung

Senin Depan, Bareskrim Periksa 12 Saksi Kasus Kebakaran Kejagung

Nasional
UPDATE 19 September: Ada 107.863 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 19 September: Ada 107.863 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Setelah Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi Positif Covid-19

Setelah Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 19 September: 44.543 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 19 September: 44.543 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Kasus Baru Covid-19 Bertambah 4.168, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian

Kasus Baru Covid-19 Bertambah 4.168, Indonesia Kembali Catat Rekor Kasus Harian

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 3.576, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 174.350

UPDATE 19 September: Bertambah 3.576, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 174.350

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 112, Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 9.448 Orang

UPDATE 19 September: Bertambah 112, Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 9.448 Orang

Nasional
UPDATE 19 September: Bertambah 4.168, Kini Ada 240.687 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 September: Bertambah 4.168, Kini Ada 240.687 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X