Depkes Waspadai Flu Babi

Kompas.com - 26/04/2009, 21:24 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengantisipasi munculnya kasus flu babi, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia.

 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Dirjen P2PL Depkes) Tjandra Yoga Aditama, Minggu (26/4), di Jakarta.  

 

Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional Prof Amin Soebandrio, menjelaskan, flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia.

Sementara itu, Tjandra Yoga menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini ke dinkes dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia. "Kami telah mengumpulkan jajaran kantor kesehatan pelabuhan se-Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Kebetulan semua sedang berkumpul di Makassar untuk mengikuti simulasi pandemi flu burung di Makassar," ujarnya.  

 

Simulasi episenter pandemi yang dilaksanakan di Makassar pada 25-26 April juga merupakan salah satu upaya persiapan Depkes dan lintas sektor terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian luar biasa, kata Tjandra Yoga menegaskan  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sejauh ini, pihaknya tengah mengumpulkan data dan kajian ilmiah mengenai penyakit itu dari berbagai sumber dan terus berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perkembangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keganasan flu babi dan apa bentuk penanganan paling tepat menghadapi ancaman flu babi di Indonesia.  

 

"Kami juga tengah mempersiapkan kemungkinan pemeriksaan laboratorium untuk flu babi ini," ujarnya menambahkan. Depkes juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian untuk merumuskan langkah-langkah dan membentuk tim zoonosis bersama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.