Jika Bukti Laporan PDI-P Kuat, Ya Ditindaklanjuti...

Kompas.com - 06/04/2009, 12:52 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku akan menindaklanjuti setiap laporan terkait pencemaran nama baik dalam kampanye jika bukti-buktinya memenuhi unsur-unsur yang tercantum dalam Pasal 84 UU Pemilu.

Anggota Bawaslu, Wirdyaningsih, mengatakan, Bawaslu akan menindaklanjuti tiap laporan, termasuk jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melaporkan grup di situs jejaring sosial Facebook, 'Say No!!! to Megawati'. "Setiap laporan kita akan tindak lanjuti dan akan kita lihat, apakah memenuhi unsur Pasal 84 apa tidak," tutur Wirdyaningsih kepada Kompas.com, Senin (6/4).

Menurut Wirdyaningsih, sebelum menindaklanjuti, Bawaslu akan mengecek terlebih dahulu subyek dan perbuatan yang dilaporkan. Dalam pasal 84 UU Pemilu, yang dimaksud pelaku adalah peserta, pelaksana, dan penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, Bawaslu akan berupaya menyelidiki pembuat grup tersebut.

"Kalaupun ditemukan itu orang dari parpol lain, harus dilihat apakah orang tersebut terdaftar sebagai pelaksana dan penyelenggara kampanye partai tersebut sebagai perorangan," tandas Wirdyaningsih.

Bawaslu juga akan meneliti perbuatan yang menjadi substansi laporan tersebut, apakah sesuai dengan aturan pelanggaran dalam Pasal 84 huruf c, yaitu menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta pemilu lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Satgas Covid-19 Sarankan Pemakaian Masker dalam Kondisi Seperti Ini...

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Nasional
Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Satgas Sebut WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Nasional
UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

UPDATE 23 JANUARI: Bertambah 65, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 5.549

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai KPAI Ciptakan Kesenjangan

Nasional
Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Seseorang Bisa Idap Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Ketua Riset Uji Klinis Vaksin: 7 dari 1.820 Peserta Uji Klinis Positif Covid-19

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru: Tidak Ada Ruginya Divaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Kemenkes: 27.000 dari 172.901 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

UPDATE: Sebaran 12.191 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.285

Nasional
Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, KPK Sebut Ada Saksi yang Diintimidasi

Nasional
Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Vaksinator Covid-19 Dikerahkan Beri Edukasi soal Vaksinasi Covid-19

Nasional
UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 68.343, Total 8.706.505 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Kasus Pengadaan Citra Satelit, KPK Dalami Pemberian Fee ke Pihak-pihak di BIG dan Lapan

Nasional
Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Doni Monardo Menduga Tertular Covid-19 Saat Makan, Imbau Hindari Makan Bersama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X