"Me-Time", Jangan Dilewatkan

Kompas.com - 18/03/2009, 10:18 WIB
Editor

Bagi manusia modern, terutama yang hidup di daerah perkotaan, waktu dianggap sebagai hal yang sangat berharga. Aktivitas sehari-hari yang rutin seperti bekerja adalah kegiatan yang paling banyak menyita waktu. Kerap kali tidak ada waktu  untuk bersantai, berinteraksi dengan keluarga dan teman, atau pun merawat serta memanjakan diri sendiri.

Menurut Treadway (1998), keterkaitan dan hubungan yang positif dengan diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan bisa menjadi “obat” bagi stres dan kecemasan yang sering dialami oleh manusia. Jadi, sesibuk apa pun seseorang, ia harus tetap bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, alias memiliki “Me-Time”.

Yang dimaksud sebagai “Me-Time” adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga kita bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa). Jenis aktivitasnya bisa sangat beragam, tergantung dari mana yang membuat seseorang merasa nyaman ataupun senang. “Me-Time” dapat berupa jam tidur yang lebih panjang, saat kesendirian di dalam perjalanan menuju dan dari kantor, ataupun melakukan hobi, seperti misalnya membaca buku. Di malam hari, Anda bisa mengganti nomor ponsel Anda dengan nomor pribadi yang hanya diketahui orang-orang dekat. Hal ini bertujuan agar Anda tidak diganggu oleh telepon atau pesan yang tidak terlalu penting.

Jika kita kekurangan waktu untuk diri sendiri, kita tidak akan memiliki kendali terhadap hidup kita, demikian pendapat Marianne Legato, seorang kardiolog dan penulis buku. Sebab, hidup kita hanya terisi untuk melakukan sesuatu bagi orang lain. Otak yang bekerja terlalu keras akan mengalami kesulitan untuk beristirahat, bahkan di saat harus tidur. Kelelahan kronis dapat meningkatkan pelepasan hormon stres dan meningkatkan kadar gula darah. Konsekuensinya adalah meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, dan berkurangnya daya ingat. Peningkatan hormon stres juga dapat berakibat menumpuknya lemak di bagian pinggang.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita selanjutnya adalah, bagaimana cara menemukan waktu tenang di antara kesibukan yang seakan tidak ada habisnya? Salah satu langkah awal yang dapat kita ambil adalah dengan menyederhanakan hidup kita. Menurut Breathnach (2000), untuk bisa menjalani hidup secara lebih sederhana, kita perlu melepaskan hal-hal yang kurang penting bagi kesehatan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis. Misalnya, apakah proyek baru itu benar-benar layak dan pantas untuk diambil dan tidak akan mengorbankan pekerjaan yang masih berjalan? Masih perlukah kita bekerja di hari libur, sementara anak-anak juga perlu bermain bersama kita? Dengan berfokus pada hal-hal yang terpenting dalam hidup kita, maka waktu luang akan tercipta dengan sendirinya.

Berikut beberapa tips untuk menciptakan “Me-Time”:
1. Langsung berdoa atau bermeditasi setiap bangun tidur.
2. Menetapkan satu hari kerja untuk melakukan aktivitas tanpa orang lain, misalnya shopping atau makan siang di luar sendirian.
3. Memasang tanda “Do Not Disturb” di depan pintu ruang kerja selama 15 menit setiap pagi atau sore.
4. Sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah agar bisa lebih santai beristirahat.
5. Mengunci diri sendiri di kamar sambil melakukan aktivitas yang menyenangkan, misalnya membaca, menonton film, atau mendengarkan musik.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Ketua MPR Minta Calon Kepala Daerah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Nasional
Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Situasi Ekonomi dan Politik Genting, Petani hingga Masyarakat Adat Demo DPR dan Istana Besok

Nasional
Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Soal Anggota Ombudsman yang Protes karena Dapat Bantuan Kuota, Ini Penjelasan Kemendikbud

Nasional
Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasdem Usung 267 Kandidat di Pilkada 2020

Nasional
Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Eks Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Nasional
Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Periksa Pejabat Imigrasi, Kejagung Dalami Perjalanan Pinangki Temui Djoko Tjandra

Nasional
KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

KPU: Siapa yang Berisiko Tertular Covid-19 kalau Pilkada Digelar? Kita Semua

Nasional
Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Eks Direktur Utama Jiwasraya Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara

Nasional
Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Soal Siswa Belum Dapat Bantuan Internet, Nadiem: Jangan Panik, Lapor ke Kepala Sekolah

Nasional
Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Albertina: Izin Penyadapan Tak Bisa Dihubungkan dengan Kebocoran Informasi

Nasional
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Nasional
Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Anita Kolopaking Minta 200.000 Dollar AS ke Djoko Tjandra untuk 'Success Fee'

Nasional
Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Istana Bantah Pergantian Jabatan Gatot Nurmantyo karena Pemutaran Film G30/PKI

Nasional
Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Bawaslu Minta Paslon Pilkada 2020 Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Mendikbud: Tidak Ada Kebijakan Apapun soal Perubahan Kurikulum...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X