Perubahan Iklim Pengaruhi Migrasi - Kompas.com

Perubahan Iklim Pengaruhi Migrasi

Kompas.com - 05/03/2009, 15:45 WIB

Bandung, Kompas - Perubahan iklim dan pencemaran lingkungan di Indonesia berpotensi mengganggu proses migrasi burung. Akibatnya, banyak burung tersesat atau terancam mati akibat pencemaran pestisida. Padahal, migrasi berperan besar dalam berbagai aktivitas masyarakat.

Hal itu diungkapkan ornitolog (pakar burung) dari Universitas Padjadjaran Bandung, Johan Iskandar, Rabu (4/3). Ia mencontohkan, rute migrasi di Jawa Barat ialah kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur. Perubahan tata lingkungan membuat orang membuka lahan pertanian dan memakai pestisida sebagai komponen utama penggarapannya.

Hal itu, menurut Johan, berdampak fatal. Banyak burung migrasi tumbuh cacat atau mati akibat memangsa hewan yang sudah teracuni pestisida. Contohnya adalah jenis burung buas seperti elang (Famili acciptridae) dan alap-alap (Famili falconidae).

Perubahan lingkungan dan iklim juga menyebabkan rute migrasi tidak jelas. Menghangatnya daerah yang semula dingin membuat burung kebingungan menetapkan pola migrasi. Akibatnya, burung tersesat dan tidak dapat menyelesaikan migrasi. Padahal, pola migrasi ini sangat berguna bagi manusia, di antaranya nelayan, petani, dan peladang. Bagi petani Jabar, misalnya, kedatangan burung kapinis atau layang-layang asia (Hirundo rustica) menandakan musim hujan atau awal musim tanam.

Selain itu, munculnya burung kangkangot (Cuculus micropterus) dipercaya sebagai pertanda musim padi ladang bagi masyarakat Baduy. Adapun nelayan menggunakan tanda munculnya burung brekek (Tringa totanus) dan terik laut (Charadius mongolus) sebagai pertanda musim barat, musim yang tepat untuk mencari ikan. (CHE)

 

 


Editor

Close Ads X