Terali Kokoh, Terali Indah

Kompas.com - 05/03/2009, 10:04 WIB
Editor

MATERIAL pembuat, konstruksi, dan ukuran perlu diperhatikan agar terali yang dipasang dapat memenuhi fungsi utamanya, yaitu keamanan dan keindahan.

Pagi itu, Pak Bambang kaget bukan main. Pasalnya, jendela rumah sudah terbuka dan sebagian barang-barang elektronik miliknya raib! Pak Bambang geleng-geleng kepala; ternyata terali—yang dalam bahasa sehari-hari sering juga disebut sebagai teralis—yang menurutnya sudah terpasang kokoh, oleh pencuri dapat dengan mudah dilepas dari kusen. Dilihat sekali lagi, ternyata kusen jendela ikut dicongkel. Tidak terpikir sebelumnya, ternyata pencuri cukup nekat untuk merusak terali berikut kusen jendelanya.

Menggunakan terali bukan berarti seratus persen aman dari pencuri. Apalagi bila pemasangan dan konstruksi terali tidak cukup tepat dan kokoh. Grille atau lebih dikenal dengan nama terali bukan barang baru bagi rumah-rumah di Indonesia. Bila dilihat dari fungsinya, terali harus kokoh karena berfungsi sebagai pengaman yang ditempelkan pada kusen jendela.

Namun selain kokoh, merencanakan desain terali juga harus memikirkan nilai keindahan. Sebab tanpa aspek keindahan, boleh jadi terali berkesan keras, kasar, dan tidak serasi dengan gaya rumah.

Mendesain Terali

Jadi, bagaimana mendesain terali rumah tinggal agar dapat memenuhi fungsi keamanan dan keindahan? Tidak sulit sebenarnya, asal memperhatikan desain, konstruksi, dan ukuran elemen. Yang tidak ketinggalan adalah pengukuran terali agar dapat berfungsi dengan baik.       

Sebelum mengukur, tidak ada salahnya untuk merencanakan dahulu desain konstruksi yang akan digunakan. Tentunya ini disesuaikan dengan desain jendela yang ada. Boleh saja besi-besi terali disesuaikan dengan desain daun jendela, untuk menghindarkan motif yang bertumpuk. Motif yang bertumpuk tersebut akan memberikan kesan ramai dan justru tidak menampilkan keindahan.


Mendesain terali pada daun jendela kaca yang berkotak-kotak tidak sebebas daun jendela kaca bening polos tanpa rangka. Rangka pada daun jendela sebenarnya berfungsi membantu daun jendela agar semakin kokoh, sehingga jangan risau bila seakan-akan rangka daun jendela ini mengganggu desain terali.

Desain terali dapat serasi dengan daun jendela, apabila saat mendesain tetap dipertimbangkan rangka-rangka yang terdapat pada daun jendelanya. Dengan demikian, rangka-rangka pada daun jendela dapat menambah nilai keindahan secara keseluruhan.

Mengikuti tren memang tidak ada salahnya, tetapi harus tetap memperhatikan fungsi utamanya, yaitu keamanan. Contohnya, terali yang dibuat sudah cukup kokoh dari segi konstruksinya, tetapi desain motifnya menyebabkan adanya rongga-rongga cukup besar yang memungkinkan pencuri menerobos masuk. Ini tentu tidak menjawab fungsi utama dari kehadiran terali.

Pengukuran dan Konstruksi

Ukuran terali harus pas sekali dengan ukuran kusen jendela yang akan dilindungi. Kesalahan pengukuran akan berakibat fatal, karena terali tidak dapat dipasang pada kusen. Dan akhirnya tidak dapat dipakai.

Bila ada keraguan dalam pengukuran, sebaiknya meminta jasa tenaga ahli atau langsung dilakukan oleh pembuat terali. Ini untuk mengantisipasi kesalahan pada saat pengukuran.

Terali terdiri dari beberapa elemen pembentuk, yaitu frame atau bingkai, dan isi dari panel terali, yang terdiri dari terali yang didesain dengan motif tertentu yang mempertimbangkan aspek keamanan dan keindahan.

Fungsi bingkai pada terali adalah sebagai elemen konstruksi yang utama, karena perkuatan struktur terali terletak pada elemen yang satu ini. Selain itu, bingkai juga menghubungkan antara isi panel terali dengan kusen jendela. Konstruksi terali yang tepat dapat menjawab fungsi utama terali pada rumah tinggal, yaitu keamanan.

Jika konstruksi terali kurang tepat, maka terali juga tidak cukup kokoh sehingga fungsi utamanya kurang dapat terjawab. Usaha lain untuk memenuhi syarat utama dari terali adalah penggunaan material yang tepat.


Bingkai dari Besi Siku-siku

Terali terbuat dari besi dengan sambungan las, baik pada bingkai maupun pada isi panel teralinya. Material untuk bingkai tidak hanya sembarang besi, tetapi akan lebih baik bila besi yang digunakan merupakan besi siku-siku. Artinya, isi panel terali disambungkan pada salah satu sayapnya, sedangkan sayap lainnya berfungsi untuk menghubungkan terali dengan kusen. Dengan demikian, hubungan antara terali dan kusen berada pada bagian dalam ruangan, bukan bagian dalam kusen.

Besi siku-siku yang digunakan dapat menggunakan ukuran 25 x 25 x 3. Artinya, lebar sayap masing-masing 25 mm dan ketebalannya 3 mm. Bila ketebalan besi kurang dari 3 mm, dikhawatirkan terjadi lendutan-lendutan pada bingkai terali.

Hubungan antarkeduanya menggunakan paku atau baut dengan panjang baut yang cukup. Kejadian yang dialami Pak Bambang adalah akibat terali tidak menggunakan paku atau baut dengan panjang yang cukup, sehingga dengan mudah terali dapat dilepas plus kusennya dari luar rumah.

Ada kebiasaan lain yang sering dilakukan, yaitu bingkai tidak menggunakan besi siku-siku tetapi plat besi. Fungsi plat ini selain sebagai penghubung antara terali dengan kusen, juga sebagai bingkai dari isi panel terali. Pada jenis ini, bingkai tidak dipaku atau dibaut pada bagian dalam ruangan tetapi cukup dipaku atau dibaut pada bagian dalam kusen.

Alternatif lain adalah penggunaan besi yang memiliki ketebalan rendah, sehingga besi mudah dibengkokkan atau bahkan digunting. Besi berpenampang bulat lebih kokoh bila dibandingkan dengan plat besi, apalagi bila memperhatikan ukuran besi yang digunakan. Tentu hal ini tetap memperhatikan keindahan dan keserasian dengan rumah tinggal; tidak dapat semena-mena menggunakan besi dengan ketebalan yang sangat besar, dengan alasan agar kuat. Perlu diingat, tindakan pencegahan di atas dilakukan untuk melindungi rumah dari pencuri yang dengan menggunakan tenaga manusia, dan tidak menggunakan bantuan bor atau gergaji listrik untuk membuka terali.

Lebih fatal adalah bila menggunakan besi plat yang tidak cukup tebal—kurang lebih 1,5 mm—sehingga terjadi lendutan-lendutan pada bingkainya. Selain menimbulkan kesan tidak rapi, terali seperti ini juga tidak cukup kuat.

Isi dari panel terali dapat terbuat dari besi tempa yang sekarang sedang tren, atau dapat pula dari besi biasa dengan finishing seperti besi tempa. Semuanya boleh-boleh saja. Tetapi bila menengok kembali fungsi utamanya, maka pemakaian besi untuk kisi panel terali juga harus cukup kuat dengan dimensi yang cukup tepat.

Ternyata, merencanakan terali tidak semudah yang dibayangkan. Kita tidak bisa begitu saja percaya pada jasa-jasa pembuatan terali. Material pembuat, konstruksi, dan ukuran perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, agar dapat menjawab fungsi utama terali yaitu keamanan yang juga indah.

(Rita Laksmitasari Rahayu, ST, MT - Dosen luar biasa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti/http://www.tabloidrumah.com)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X