Gedung Dasaad Diserbu - Kompas.com

Gedung Dasaad Diserbu

Kompas.com - 10/02/2009, 15:02 WIB

Senin, (26/1), libur nasional Tahun Baru Imlek bertepatan dengan fenomena alam yang jarang terjadi, gerhana matahari cincin, dan kebetulan kali ini melewati langit Jakarta. Meski cuaca mendung, kawasan Kota Tua tetap diserbu warga yang ternyata kecele karena semua museum di kawasan tersebut tutup. Sudah jadi aturan, memang, tiap Senin museum tutup.

Alhasil mereka tumpah ruah di Taman Fatahillah, sekadar bernarsis ria, mencoba naik ontel, atau ada juga yang akhirnya menjelajah ke sepanjang Kali Besar. Cuaca di seputaran Kota Tua kemarin memang cukup bersahabat, mendung menggantung tanpa butir air yang menetes.

Andai lebih tertata, kawasan itu bisa jadi taman yang lebih manusiawi, tanpa motor yang lalu lalang di taman. Meski sudah ada bola batu yang berjajar di pinggir taman, tetap saja motor maksa masuk. Satu bola batu yang sengaja menutup jalan pun berpindah tempat, sengaja digeser agar motor mereka bisa lalu lalang.

Orang seakan tak peduli dengan kesemrawutan itu, asal bisa bergaya di kawasan tua berlatar gedung tua, selesai. Adalah gedung Dasaad Musin Concern, gedung yang sudah senja namun tetap seksi, yang kemudian jadi salah satu "pelepasan" para fotografer dan obyeknya. Gedung ini, sejak akhir pekan lalu membuka diri bagi warga yang ingin sekadar naik ke atas bangunan dan mengabadikan bagian gedung yang sudah tak utuh lagi.

Gedung berlantai tiga yang bagian atasnya sudah runtuh ini ada di sebelah gedung Jasindo dan di seberang gedung Kantor Pos Jakarta Kota. Sejarah menyebutkan, Dasaad Musin ini dulu dimiliki Agus Musin Dasaad, pengusaha asal Minangkabau kelahiran Filipina. Versi lain mengatakan, Dasaad hanya menyewa gedung dari pemiliknya yang berkebangsaan Arab.

Siapa pun pemiliknya, gedung dari akhir abad 19 ini selayaknya dipelihara. Bukan hanya karena ia adalah bagian dari kawasan yang dilindungi tapi juga sebagai bukti kepiawaian pengusaha pribumi—satu-satunya pengusaha pribumi yang berkantor di kawasan itu—ya keluarga Dasaad itu.

Gedung ini semula memang menyediakan tempat untuk mengambil air wudhu, shalat, dan WC umum. Shooting video klip juga sering dilakukan di tempat ini. Lantas fotografer amatir pun tertarik, maka dengan uang serelanya, warga bisa merasakan naik ke atas gedung untuk berfoto.

Penjaga di sini menyatakan, "Gedung ini masih kuat. Untuk peralatan shooting juga aman-aman aja," ujarnya. Sementara itu, di langit Barat matahari sudah hampir tertutup bayangan bulan, gerhana matahari cincin sudah mendekati puncak, warga belum juga sadar. Suasana redup yang sempat kembali datang disangka mendung yang datang, tak pelak, mereka terlambat sadar bahwa peristiwa langka itu baru saja lewat di depan mata... (*)


Editor

Close Ads X