Alanda Duta Indonesia di Forum Pembuat Perubahan

Kompas.com - 03/02/2009, 09:51 WIB
Editor

Gadis yang berharap bisa masuk di acara "The Oprah Winfrey Show" itu mengatakan, terpilih mewakili Indonesia dalam "Guildford Forum Global Changemakers" membuat dirinya senang sekaligus gugup  karena mengemban tugas yang sangat berat.

"Mengingat saya satu-satunya wakil dari Indonesia dan ini pengalaman pertama  ditambah lagi saya termasuk yang termuda dibanding peserta lain," ujar perempuan yang biasa disapa Nda saat ditemui di Horsley Park.

"Aku selalu berpikir bahwa sekecil apapun usaha atau semangat atau bahkan hanya niat, pasti membuahkan hasil," ujar penggemar Kejuaraan Sepakbola Dunia dan film film Disney, termasuk Lion King.

Pengemar musik "Earth Wind & Fire" itu mengaku, selama mengikuti "Global Changemakers", ia berkenalan dengan banyak orang dan memperluas wawasan serta pengalaman. "Mungkin klise, tapi ini adalah suatu hal yang sangat penting," ujarnya.

Bagi penggemar Bruce Lee itu, jejaring merupakan salah satu cara membuka jalan baginya untuk menjalin hubungan yang luas.

Sebelum berangkat, Alanda  menyiapkan presentasi, selain menghafal yang pernah dilakukan dan menyiapkan materi publikasi LSM yang didirikannya.

Alanda, yang senang menonton film dan berkunjung ke perpustakaan itu, memiliki kegiatan menulis yang dimulainya sejak di sekolah dasar, berupa essay dan berbagai macam artikel.

Novel perdana Alanda diterbitkan ketika dia berusia 14 tahun dan berkat debut novelnya, Nda menjadi salah satu unggulan "CosmoGIRL! Of The Year" dan bahkan terpilih sebagai "CosmoGIRL! Of The Month" bulan April.

Saat ini Nda tengah menyelesaikan kumpulan cerpen yang mengangkat isu sosial dan satu novel fiksi sain.

Pengemar film Disney, seperti "Ice Age II: The Meltdown", "Spiderman", "The Lion King", "Harry Potter", "The Chronicles Of Narnia" itu hingga saat ini merampungkan dua novel percintaan dan persahabatan remaja.

Dia juga  menjadi penulis lepas di rubrik feature Majalah Gogirl!, menulis cerita pendek dan artikel di Majalah Hai dan Warta Al-Azhar, dan mengisi waktu luangnya dengan mengajar les adik-adik di SD dan mengkampanyekan gerakan anti-rokok.

Alanda yang memiliki segudang prestasi itu berharap usai mengikuti "Global Changemarker" akan melanjutkan proyek "Community Action Projects" (CAP), dan untuk itu ia juga membutuhkan dukungan dari remaja sebayanya.

Selain itu, dia bertekad membentuk "Youth Parliament" di tanah seperti yang dilihatnya di Inggris, agar suara remaja juga bisa terdengar.

"Aku juga ingin mengumpulkan remaja dari  berbagai provinsi, ya semacam  'Global Changemarkers' dalam bentuk mini," kata Alanda Kariza.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X