Nakhoda KM Teratai Prima O Jadi Tersangka - Kompas.com

Nakhoda KM Teratai Prima O Jadi Tersangka

Kompas.com - 19/01/2009, 06:23 WIB
MAKASSAR, SENIN — Pencarian korban kapal tenggelam di Sulawesi, diperpanjang—dari Sabtu (17/1)—hingga Selasa besok. Kemarin tim pencari korban menemukan satu jenazah di perairan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Dengan temuan itu, dari sedikitnya 267 penumpang dan awak Kapal Motor Teratai Prima O yang tenggelam pada 11 Januari lalu di perairan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, baru 35 orang yang ditemukan selamat dan sembilan korban tewas.

Sementara itu, nakhoda Kapal Motor (KM) Teratai Prima O, Sabir, telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Hery Subiansauri semalam menyatakan, Sabir akan diproses berdasarkan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman hukumannya lima tahun ke atas.

Tentang temuan jenazah kemarin, SAR Mission Coordinator Kolonel Laut (P) Jaka Santosa A menjelaskan, hal itu berawal dari keterangan nelayan. ”Ada yang melihat jenazah tersebut. Tapi, tidak bisa mengambilnya. Jenazah akhirnya dievakuasi Rescue Boat Badan SAR Nasional 302. Kami belum bisa memastikan jenis kelaminnya,” katanya.

Pulau kecil

Masih soal kecelakaan laut, dari Palembang, Sumatera Selatan, dilaporkan, tim pencari korban Kapal Motor Jaya Ekspress, yang tenggelam di Selat Bangka lima hari lalu, kemarin memfokuskan pencarian korban ke puluhan pulau kecil tak bernama di Kepulauan Bangka Belitung. Diperkirakan, korban terdampar di wilayah itu.


Kepala Direktorat Polisi Air Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Purwoko mengatakan, tim terus mencari delapan korban yang dilaporkan sebagai penumpang gelap kapal barang tersebut. Sejauh ini, tambahnya, diperoleh informasi bahwa sebagian besar korban terdampar di pulau-pulau kecil tak bernama di kawasan Kepulauan Bangka Belitung. Namun, kemarin belum satu pun ditemukan.

Dari Batam dilaporkan, lima warga negara Indonesia, awak kapal penarik (tugboat) Almoo T 447 berbendera Malaysia, Sabtu lalu, diselamatkan polisi perairan Singapura dan awak kapal tanker Campus di perairan perbatasan Singapura-Malaysia. Direktur Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kepri) Ajun Komisaris Besar Yassin Kosasih, di Batam, mengatakan, kelima WNI tersebut adalah Nazaradin, Iwan Parusip, Eko Andrianto, Reza Pramana, dan Nurdiansyah.

Kapal Almoo T 447 tersebut tenggelam Jumat sore lalu di perairan internasional, di perbatasan Singapura dengan Malaysia.(AHA/FER/ONI/ROW)


Editor

Terkini Lainnya

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional
Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Paparan Visi Misi Jokowi dan Prabowo soal Terorisme Dinilai Kurang Elaboratif

Nasional
Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Ribuan Warga Hadiri Haul Ayahanda Presiden Jokowi di Boyolali

Regional
Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Wanita Tanpa Tangan dan Kaki Ditemukan Mengapung di Sungai

Regional
Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Seorang Hakim Digerebek Bersama 2 Perempuan di Rumah Dinas

Regional
Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Februari Mendatang, Pemerintah Luncurkan 2.000 Motor Listrik Gesits

Regional
Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Seberangkan Mobil dengan Rakit di Sungai, 1 Keluarga Tewas Tenggelam

Regional
Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Budi Luhur Laksanakan Pengabdian Masyarakat lewat KKN di 6 Provinsi

Edukasi
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Tinggal Tunggu Surat Perintah

Regional
Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Kerjasama Kemendikbud dan Pemprov DKI Tingkatkan Kualitas Guru

Edukasi
Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Bupati Karawang Ikut Klarifikasi soal Pernyataan Sandiaga Uno di Debat Capres

Regional
Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Pasar Mayestik Kini Dilengkapi WiFi Gratis

Megapolitan
Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Internasional
Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Pasca-debat, Jokowi dan Prabowo Dinilai Tak Miliki Keinginan Politik Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Residivis Kasus Curanmor Tertangkap Basah Merusak Kunci Kendaraan

Megapolitan

Close Ads X