Dalang Kondang Enthus Susmono Mulai Disidang

Kompas.com - 22/12/2008, 20:55 WIB

SLAWI, SENIN - Pengadilan Negeri Slawi mulai menyidangkan kasus dugaan perusakan kantor Radio Citra Pertiwi Kabupaten Tegal, yang melibatkan dalang kondang Enthus Susmono, Senin (22/12). Sidang dengan agenda dakwaan jaksa dipimpin oleh Hakim Mula Pangaribuan, dengan ang gota Suswanti dan Sudar.

Enthus mulai ditahan oleh Kepolisian Resor Tegal pada 8 November lalu. Ia ditahan dengan dugaan menghasut massa terkait perusakan kantor Radio Citra Pertiwi. Jaksa Penuntut Umum, Nursodik mendakwa Enthus telah menghasut massa, dengan lisan atau tulisan, agar tidak menurut pada peraturan undang-undang. Pada tangal 3 November, ia dan kawan-kawannya keluar dari Kantor KPU Kabupaten Tegal.

Kemudian di depan sekitar 500 orang, ia mengatakan bahwa ada penggelembungan suara calon Bupati/Wakil Bupati Tegal terpilih, Agus Riyanto-Moch Hery Soelistiawan. Terdakwa kemudian membawa massa ke kantor Radio Pertiwi, sambil mengatakan bahwa radio tersebut milik rakyat.

Selain itu, Enthus juga didakwa melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Ia didakwa telah memaksa petugas penjaga kantor radio untuk menghidupkan pemancar yang saat itu mati. Selanjutnya, terdakwa bersama dengan temannya, Sugirman melakukan siaran.

Enthus hadir dalam sidang tanpa didampingi kuasa hukum. Dalam sidang tersebut, ia langsung memberikan eksepsi secara lisan. Enthus mengaku membawa massa ke kantor Radio Pertiwi karena ia ingin mengalihkan massa yang saat itu berteriak ingin membunuh Ketua KPU Kabupaten Tegal, Aryo Santiko. Selain itu, perbuatan tersebut juga untuk menghindarkan terjadinya perusakan terhadap kantor KPU Kabupaten Tegal.

Ia mengaku meminta petugas Kantor Radio Citra Pertiwi untuk menghidupkan pemancar. Namun saat itu yang melakukan siaran Sugirman. Sugirman menyampaikan delapan temuan LSM, terkait pilkada di Kabupaten Tegal. Terdakwa hanya menjadi nara sumber, karena diminta oleh salah seorang penyiar di sana. Dalam siaran tersebut, Enthus mengaku menyerukan kepada masyarakat untuk berdamai.

Keterangan Saksi

Usai penyampaian eksepsi terdakwa, hakim kemudian melanjutkan sidang dengan meminta keterangan saksi. Namun jaksa mengaku belum siap menghadirkan para saksi. Ia menduga terdakwa didampingi kuasa hukum, yang hendak memberikan nota eksepsi.

Sidang rencananya akan dilanjutkan Selasa (30/12), dengan agenda mendengar keterangan saksi. Jaksa Nursodik usai sidang mengatakan, jumlah saksi yang akan dihadirkan 15 orang, tiga di antaranya merupakan saksi yang meringankan.

Enthus Susmono usai sidang mengatakan, ia tidak menggunakan kuasa hukum karena ia mampu menghadapinya sendiri. Ia berharap, kasus tersebut segera selesai karena ia harus mempersiapkan diri mengikuti pameran di Amsterdam, Belanda, pertengahan Januari mendatang.



Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X