Sutarmidji-Paryadi Pimpin Kota Pontianak

Kompas.com - 22/12/2008, 20:30 WIB
Editor

PONTIANAK, SENIN - Pasangan Sutarmidji-Paryadi, Senin (22/12), resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak periode 2008-2013. Sutarmidji-Paryadi berhak memimpin Kota Pontianak setelah dalam pilkada lalu meraih dukungan terbanyak dengan 85.340 suara atau 34,47 persen suara sah.

Pelantikan Wali Kota Pontianak dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pontianak di Gedung Pontianak Convention Center, dipimpin Ketua DPRD Pontianak Gusti Hersan Aslirosa.

Dalam sambutannya, Cornelis menekankan agar wali kota dan wakil wali kota memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, serta penurunan angka kemiskinan di Pontianak. Pelayanan dasar publik sepe rti pendidikan dan kesehatan juga harus lebih ditingkatkan.  

"Wali Kota merupakan ujung tombak fungsi birokrasi yang harus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.

Cornelis juga mengingatkan perlunya mengedepankan transparansi dalam manajemen pemerintahan kota dan pelayanan publik, meningkatkan kerja sama dengan daerah lain untuk mengoptimalkan potensi daerah, serta melaksanakan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

"Kerja sama wali kota dan wakil wali kota harus terj alin dengan baik, jangan hanya kompak pada tahun pertama, setelah itu ribut soal uang dan proyek. Pemerintahan jadi tidak efektif," kata Cornelis.

Persoalan sampah, pedagang kaki lima, dan ketentraman di Kota Pontianak juga sempat disinggung Cornelis.

Terkait dengan pembagian tugas dan wewenang, Sutarmidji menyatakan akan berpedoman pada ketentuan dalam undang-undang pemerintahan daerah. Untuk beberapa tugas di luar ketentuan itu, ia berusaha saling mengisi dengan wakilnya. "Saya berjanji akan menjalankan tugas secara transparan dalam segala bidang. Namun saya minta masyarakat juga ikut mengawasi," katanya.

Populer

Sosok pasangan Sutarmidji-Paryadi cukup populer di kalangan warga maupun birokrat di Pontianak. Sutarmidji sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Pontianak selama 10 tahun, mendampingi Wali Kota Pontianak Buchary A Rahman. Sementara Paryadi yang kini masih berusia 30 tahun, sebelumnya merupakan anggota DPRD Pontianak dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

Dalam pilkada lalu, pasangan yang diusung Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partau Persatuan Daerah, dan Partai Pelopor ini mengalahkan enam pasangan calon lainnya.

Pasangan Gusti Hersan Aslirosa-Setiawan Lim yang menjadi rival terdekatnya meraih 48.684 suara (19,66 p ersen), disusul pasangan Harso Suwito-Awaluddin 36.392 (14,7 persen), M Abduh-Muhammad Taha 28.655 suara (11,57 persen), Oscar-Hartono Azas 18.631 suara (7,52 persen), Haitami Salim-Gusti Hardiyansah 17.497 suara (7,07 persen), dan Sri Astuti-Eka Kurniawa n 12.404 suara (5,01 persen).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Komnas Perempuan Protes Candaan Mahfud MD yang Samakan Virus Corona dengan Istri

Nasional
Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19

Nasional
Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Multitafsir soal Operasional Ojek di Masa Pandemi, Mendagri Revisi Keputusannya

Nasional
Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Berkapasitas 360 Pasien, RS Covid Pulau Galang Saat Ini Rawat 36 Orang

Nasional
1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

1.382 Bencana Terjadi di Indonesia hingga Akhir Mei, Belum Termasuk Covid-19

Nasional
Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Sebelum Terapkan New Normal, Suatu Daerah Wajib Lakukan Sosialisasi hingga Simulasi

Nasional
Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Ini 5 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 31 Mei

Nasional
Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Aspek Ini yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Terapkan New Normal

Nasional
Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Hingga 31 Mei, Jumlah ODP 49.936 Orang dan PDP 12.913 Orang

Nasional
Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Pemerintah: New Normal Tidak Mungkin Dilakukan Serempak

Nasional
Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Bertambah 11.470, Total 323.376 Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa Hingga 31 Mei 2020

Nasional
UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

UPDATE: Sebaran 700 Kasus Baru Covid-19 pada 31 Mei

Nasional
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Nasional
UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

UPDATE: Kasus Kematian akibat Covid-19 Menjadi 1.613 Orang, Bertambah 40 Orang

Nasional
UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

UPDATE: Tambah 293 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 7.308 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X