Ketika Kabar TPI Mau Dijual Berembus di Lantai Bursa

Kompas.com - 12/12/2008, 08:48 WIB
Editor

BANYAK kejadian di dunia investasi yang semula hanya desas-desus yang berembus di lantai bursa. Tidak jelas sumbernya dan jelas sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun, pada kemudian hari ada beberapa yang terbukti kebenarannya. Salah satu contoh yang paling gres adalah Bank Century yang diisukan kesulitan likuiditas.

Sebelum pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil alih operasional Bank Century, di lantai bursa telah jauh hari berembus kabar bahwa Bank Century mengalami kesulitan likuiditas. Salah satu pialang perusahaan sekuritas PT Bahana Securities, Erieck Jazier Adriansyah, bahkan sempat mengabarkan isu tersebut lewat e-mail kepada nasabahnya. Akibatnya, desas-desus itu berkembang di luar lantai bursa. E-mail Erieck tersebar luas di dunia maya. Erieck pun kemudian ditangkap Bareskrim Mabes Polri.

Ia dinilai telah melakukan tindakan melawan hukum dan dijerat Pasal 27 (3) atau Pasal 28 (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia dituduh telah membuat rumor dan berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun kemudian benar, Bank Century memang mengalami kesulitan likuiditas dan untuk menyelamatkan simpanan nasabah, operasional Bank Century diambil alih oleh pemerintah.

Kali ini di lantai bursa kembali berembus kabar perusahaan yang mengelola salah satu stasiun televisi, yakni Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), akan menjual sahamnya. Masih berdasarkan desas-desus, saham TPI itu akan dijual ke Grup Jawa Pos. TPI adalah salah satu stasiun televisi milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC). Bisnis MNC sendiri sangat banyak, meliputi stasiun televisi, radio, surat kabar, sampai TV berlangganan. Jadi TPI hanya salah satu stasiun televisi milik MNC.

Penjualan ini kabarnya karena terkait dengan kondisi saudara MNC yakni PT Mobile-8 Telecom Tbk yang tengah kesulitan keuangan karena harus melakukan buy back obligasi senilai 100 juta dollar AS. Namun, benarkah rumor ini? Investor Relation MNC David Audi membantah rumor tersebut. "Itu hanya rumor. Kami akan sampaikan ke otoritas bursa bahwa informasi itu tidak benar," kata David Audi, Kamis (11/12).

Menurut keterangan David Audi, berita-berita tersebut tidak benar. Ia tidak tahu mengapa bisa beredar rumor tentang rencana penjualan kepemilikan saham TPI itu. Ia menegaskan, sampai saat ini tidak ada rencana sama sekali dari perseroan untuk menjual TPI. "Sama sekali tidak ada rencana perseroan menjual TPI," kata David Audi.

Mayoritas saham MNC sebesar 70 persen dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR), Mediacorp Investment Pte Ltd sebesar 6,5 persen, dan sisanya milik publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.