Hati-hati Pilih Sekolah Kesehatan!

Kompas.com - 10/12/2008, 16:01 WIB
Editor

SURABAYA, RABU - Dinas Kesehatan Provinsi Jatim mengimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati dalam memilih sekolah kesehatan untuk putra-putrinya, sehingga tidak menyesal di kemudian hari.
    
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Seksi Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan dan Akreditasi Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, drg. Mundi Sri Pangestu dalam pertemuan dengan wartawan di Surabaya, Rabu.

"Saat ini banyak pendirian sekolah kesehatan umumnya berbentuk STIKES, yang membuka jenjang pendidikan mulai dari diploma tiga, diploma empat hingga strata satu," katanya.

Persoalannya, lanjut Mundi, tidak semua sekolah kesehatan tersebut memperoleh ijin operasional, sehingga lulusannya banyak yang mengadu ke Dinas Kesehatan, karena belum menerima sertifikat dari Dinas Kesehatan.

Mundi mengemukakan, sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomer 20 Tahun 2003, ijin pendirian diploma dan strata satu kesehatan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Nasional (Diknas).

"Diknas kemudian minta tolong kepada Depkes, selanjutnya Depkes membuat Permenkes yang isinya pendirian sekolah kesehatan harus memperoleh rekomendasi dari Dinkes provinsi dan kabupaten/kota," katanya menjelaskan.

Menurut Mundi, saat ini lebih dari 150 diploma tiga kesehatan yang berdiri di Jatim, terutama untuk jurusan keperawatan dan kebidanan yang rata-rata memiliki 60 hingga 400 mahasiswa.

Karena banyaknya sekolah kesehatan tersebut, lulusannya banyak yang tidak terserap di Jatim, sementara lulusannya jarang yang mau bekerja di luar Jawa.

"Pada umumnya, sekolah kesehatan tersebut berdiri dengan menerima mahasiswa terlebih dahulu, sedangkan izinnya diurus setelah sekolahnya operasional," katanya.

Untuk menertibkan sekolah-sekolah kesehatan tersebut, lanjut dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena menurut Undang-Undang Sisdiknas, Dinkes tidak bisa melakukan intervensi.

"Kami tahu kalau sebuah sekolah bermasalah setelah lulusannya mengadu ke Dinkes. Karena itu, sejumlah sekolah saat ini meminta pembinaan Dinkes dan kami juga sudah membentuk Majelis Kesehatan Provinsi," katanya. Kalau ada pengaduan, kata dia, pihaknya hanya bisa meneruskan ke Kopertis.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Sekjen PDI-P Sebut Pilkada Jadi Stimulus di Tengah Lesunya Ekonomi

Nasional
Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Sekjen PDI-P: Jangan Sampai Kepemimpinan Daerah Kosong karena Pilkada Ditunda

Nasional
Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Istana Imbau Spanduk HUT RI Tak Memuat Gambar Jokowi

Nasional
Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran

Nasional
Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Survei SMRC: 54 Persen Warga Tak Setuju Anggapan Investasi Asing Berdampak Positif pada Ekonomi

Nasional
Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Cerita Anggota Paskibraka 2020, Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Survei SMRC: 69 Persen Warga Merasa Ekonomi Rumah Tangga Lebih Buruk sejak Pandemi

Nasional
Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Survei SMRC: 79 Persen Warga Percaya Jokowi Bisa Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

Nasional
Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Sekjen KPA: Kami Akan Turun ke Jalan, Pastikan DPR Tunduk pada Aspirasi Rakyat

Nasional
Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 1.893 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

UPDATE 9 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Mencapai 86.224

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 1.646, Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 80.952

Nasional
Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Anggota Komisi IX Ini Sebut Bantuan Rp 600.000 per Bulan untuk Pegawai Swasta Bagus, Tapi...

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

UPDATE 9 Agustus: Bertambah 65, Total Pasien Meninggal akibat Covid Jadi 5.723

Nasional
UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE 9 Agustus: Total 1.715.798 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X