Indonesia Raih Tiga Penghargaan Terbaik di Festival Film Brussels

Kompas.com - 12/11/2008, 02:24 WIB
Editor

LONDON, RABU--Film Indonesia yang berjudul Playing Between Elephants karya Aryo Danusiri terpilih sebagai Film Dokumenter Terbaik dalam Festival Internasional Film Independen ke-35 yang diadakan di Brussels, Belgia.

Riri Riza dalam film Tiga Hari Untuk Selamanya (3 Days to Forever) meraih sutradara terbaik, ujar Counsellor Pensosbud/Diplomasi Publik KBRI Brussel PLE Priatna kepada Korespoden ANTARA di London, Selasa.

Sementara itu Artika Sari Devi dalam film Opera Jawa karya Garin Nugroho dinobatkan sebagai aktris wanita terbaik.

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE), Nadjib Riphat Kesoema menerima ketiga penghargaan prestisius tersebut, mewakili ketiga film unggulan Indonesia di Gedung Pusat Budaya Jacques Frank di pusat kota Brussel.

Dubes mengatakan penghargaan ini tidak hanya pengakuan kepada para sineas, penulis cerita, aktris ataupun aktor terbaik yang telah berkarya, tetapi lebih dari itu, hadiah ini merupakan penghargaan kepada Indonesia.

Dikatakanya film Indonesia mampu tampil sebagai produk budaya yang layak menjadi perhatian dunia. Ia tampil sebagai jembatan cita rasa yang mendekatkan perbedaan.

Dewan juri diketuai Tikoy Agiluz dari Philipina, Reda Benjelloun dari Maroko, Philippe Graf, Jacques Mener, Jean Pierre Van Tieghem dari Belgia serta Steve Montal dari Amerika Serikat dan Asmayani Kusrini (Koresponden Tempo di Brussel) menetapkan film Baby Doll Night karya Abdel Adeeb dari Mesir terpilih sebagai Film Asia Terbaik (Best Asian Movie Award).

Film Brutus olahan sutradara Tara Illenberger dari Philipina keluar sebagai film terbaik untuk semua kategori (Grand Award All Categories).

Semetara film Sugisball (Autumn Ball) olahan sutradara Veika Ounpuu dari Estonia meraih predikat sebagai film cerita terbaik.

Ketua Panita Festival Robert Malengrau mengatakan untuk pertama kalinya festival film internasional Eropa, Indonesia mampu menjadi tuan rumah sekaligus menggebrak dengan merebut tiga penghargaan internasional.

Panitia Festival Film Independen Brussel bekerjasama dengan KBRI Brussel telah menjadikan film Indonesia sebagai tuan rumah dalam festival film bebas yang diikuti 12 film ungulan mewakili Amerika Serikat, Belgia, Philipina, Estonia, India, Maroko dan Mesir.

Dikatakannya untuk pertama kalinya Indonesia menjadi negara tamu festival film bertaraf internasional sekaligus meraih tiga perhargaan utama.

Dari festival ini, film Indonesia dapat menjadi medium budaya untuk lebih memahami, menghargai dan saling mendekatkan diri, ujarya.(ANT)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Nasional
Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Nasional
Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Nasional
Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

Nasional
Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

Nasional
Ahli Epidemiologi Sarankan Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Dievaluasi

Ahli Epidemiologi Sarankan Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Dievaluasi

Nasional
Penularan Covid-19 lewat Udara Disebabkan oleh Microdroplet, Terjadi di Ruangan Bersirkulasi Buruk

Penularan Covid-19 lewat Udara Disebabkan oleh Microdroplet, Terjadi di Ruangan Bersirkulasi Buruk

Nasional
Soal Aneksasi Tepi Barat Palestina, Fadli Zon: Perlu Ada Pengucilan terhadap Israel

Soal Aneksasi Tepi Barat Palestina, Fadli Zon: Perlu Ada Pengucilan terhadap Israel

Nasional
Jokowi Dua Kali Kirim Surat ke Raja Salman Terkait Pembebasan Etty Toyib

Jokowi Dua Kali Kirim Surat ke Raja Salman Terkait Pembebasan Etty Toyib

Nasional
Zulkifli Hasan: Pak Terawan Ini Menteri Kesayangan Pak Jokowi, Tak Mungkin Di-reshuffle...

Zulkifli Hasan: Pak Terawan Ini Menteri Kesayangan Pak Jokowi, Tak Mungkin Di-reshuffle...

Nasional
Zulkifli Hasan: Menkes Terawan Menteri Kesayangan Pak Jokowi...

Zulkifli Hasan: Menkes Terawan Menteri Kesayangan Pak Jokowi...

Nasional
Gugus Tugas: Selama Pandemi, Kekerasan Berbasis Gender Naik 75 Persen

Gugus Tugas: Selama Pandemi, Kekerasan Berbasis Gender Naik 75 Persen

Nasional
Pendopo Wali Kota Banjar dan Dinas PUPR Digeledah KPK, Ada Tersangka Baru?

Pendopo Wali Kota Banjar dan Dinas PUPR Digeledah KPK, Ada Tersangka Baru?

Nasional
Hadapi Bonus Demografi Pekerja, Pengamat: Indonesia Butuh RUU Cipta Kerja

Hadapi Bonus Demografi Pekerja, Pengamat: Indonesia Butuh RUU Cipta Kerja

Nasional
Ketua Pakar Gugus Tugas Sebut Penularan Covid-19 di Udara Belum Pasti, Ini Alasannya

Ketua Pakar Gugus Tugas Sebut Penularan Covid-19 di Udara Belum Pasti, Ini Alasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X