Kopi Toraja Jepang-Indonesia, Serupa Tapi Tak Sama

Kompas.com - 02/11/2008, 14:23 WIB
Editor

Hmm... harum kopi menggelitik hidung setiap pengunjung yang melewati Toarco Toraja di Indonesia Japan Expo 2008 di Pekan Raya Jakarta pada Minggu (2/11) siang ini. Godaan itu seolah menyihir kaki untuk melangkah masuk ke stan produsen kopi tersebut.

Begitu memasukinya, Kompas.com disambut oleh sejumlah petugas berdasi yang menawarkan sebuah gelas kertas kecil berwarna hijau. Ternyata gelas tersebut berisi minuman kopi yang habis beberapa tegukan. Meski tak banyak, namun dari jarak 20 cm, aroma khas kopi langsung tercium dari dalam gelas.

Lidahpun tergerak mencicipi kopi Toraja berwarna gelap yang masih panas itu. Hmmm... maknyuss rasanya, beda dengan kopi yang biasa dijual bebas di Indonesia. Padahal, kopi arabica ini asli dari tanah Toraja. Namun, kenapa kopi tersebut terasa lebih ringan, lebih harum, dan ada rasa sepat yang kentara?

Menurut Assistant General Manager Key Coffee Inc, Hiroyuki Yoshihashi, kunci perbedaan rasa yang dihasilkan ada pada cara pengolahan dan penyajian kopi. "Jika di Indonesia diolahnya dengan menggoreng sampai hitam, kami mengolahnya hanya dengan menggorengnya hingga matang. Menggoreng sampai hitam, itu menghilangkan karakter asam kopi. Padahal, aroma harum itu dihasilkan dari rasa asam yang tertinggal," ujar Yoshihashi, kepada Kompas.com, saat ditemui di stan Toarco Toraja, Minggu (2/11).

Menurut dia, cita rasa kopi internasional justru bersumber pada rasa asamnya dan itu tidak dimiliki oleh kopi keruh milik Indonesia. Oleh karena itu, Key Coffee berusaha memperbaiki kualitas kopi Indonesia dengan mengubah cara pengolahannya dan mengatur kalorinya menggunakan komputer saat menggoreng.

Untuk cara penyajiaannya, kopi asal Toraja buatan Jepang ini disaring menggunakan kertas saring terlebih dulu sebelum diminum. "Ini untuk menyaring ampas, sehingga kopi tidak keruh, lebih ringan, dan rasa asamnya keluar," ujar Yoshihashi.

Di stan tersebut juga disediakan kopi Toraja yang disajikan menggunakan kebiasaan di Indonesia. Namun, kopi tersebut tidak banyak dilirik pengunjung. Menurut mereka, keharuman kopi Toraja Jepang lebih tahan lama di mulut, seperti yang diungkapkan salah satu pengunjung Suharto (55). "Rasa khasnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kopi arabika ini, aroma taste-nya lebih menang. Setelah minum, taste-nya itu lebih terasa lama.

Sayang, kopi ini dijual dengan harga yang relatif mahal dibanding kopi pada umumnya. Sebungkus kopi paling murah dijual Rp20.000 dan hanya dijual di toko khusus makanan Jepang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.