Ryan Dibunuh Masrani

Kompas.com - 21/10/2008, 09:59 WIB
Editor

BANJARMASIN, SELASA — Setelah melakukan pengejaran selama 13 hari akhirnya polisi dari Poltabes Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berhasil menangkap pembunuh mahasiswa semester III Jurusan Bisnis Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I), Banjarmasin, di Desa Tambarangan, Rantau, Kabupaten Tapin.

Untuk membekuk pembunuh Fitriansyah alias Amat alias Ryan yang ternyata keluarga jauh Wali Kota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni, polisi bekerja ekstrakeras dan harus menembakkan lima butir peluru ke kaki kiri dan kanan tersangka.

Kenekatan polisi menembak tersangka Masrani (26), warga Sungai Miai, karena tersangka yang juga kawan sekampung korban berusaha melawan dan melarikan diri saat hendak ditangkap di rumah keluarganya di Tambarangan. Menurut petugas, tersangka mengaku melakukan pembunuhan karena dendam.

"Dia (tersangka) dendam karena Ryan mengatakan bungul (bodoh) sehingga ia nekad untuk menghabisi korban di kawasan Banua Anyar," kata petugas, Selasa (21/10).

Setelah membunuh, tambahkan petugas tadi, tersangka berpindah-pindah tempat. Pertama setelah membunuh ia bersembunyi dua hari di rumah pamannya bernama Amat di Pengambangan.

Takut tertangkap, Masrani lalu pindah ke rumah pamannya bernama Utuh, di Jalan A Yani Km 4, Banjarmasin. Setelah dua hari di sana, tersangka dibawa Utuh ke rumah keluarganya yang lain di Desa Tambarangan, Tapin.

Kasus pembunuhan ini terungkap, bermula dari penemuan mayat di tepi hutan kawasan Jalan Banua Anyar, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Mahasiswa bernama Fitriansyah diduga korban perampokan karena sepeda motor Yamaha warna hitam-silver DA 4177 SJ dan dompet korban hilang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditemukan, korban yang berusia 19 tahun yang hanya mengenakan baju dan celana dalam, kondisinya mengenaskan. Mayat korban kini berada di ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Identitas Fitriansyah dikenali dari telepon selular yang ditemukan di sekitar lokasi. Menurut polisi, dugaan sementara korban dibunuh di tempat lain kemudian mayatnya dibuang ke lokasi itu. Hal ini dikuatkan dengan tak ditemukan ceceran darah di sekitar lokasi. (RAHMAWANDI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.