Belajar dari Komik Franco-Belgian

Kompas.com - 17/10/2008, 19:09 WIB
Editor

BANDUNG, JUMAT--Tinggalkan sejenak komik manga khas Jepang atau komik kehidupan superhero khas Amerika. Ada genre komik lain bernama franco-belgian yang namanya abadi meski diciptakan berpuluh-puluh tahun lalu. Istilah franco-belgian mungkin masih asing di telinga masyarakat awam.

Namun, ambil beberapa contoh, seperti si imut Smurf, sang pendekar bangsa Galia Asterix, Spirou et Fantasio alias Marsupilami, dan si wartawan petualang Tintin, para pencinta komik pasti langsung hafal. Nama besar mereka bisa dikatakan sebagai karya abadi dan diterjemahkan ke puluhan bahasa.

"Komik-komik itu merupakan beberapa karya hebat dari komikus Belgia dan Perancis. Bersama 31 displai komik lainnya, mereka juga menjadi perjalanan nyata komik buatan dan berbahasa Perancis dan Belgia," kata Windiana Mutiasih, Atase Pers Pusat Kebudayaan Perancis.

Dari 14 Oktober hingga 31 Oktober, 35 pelat komik asli karya komikus Perancis-Belgia dipamerkan di Pusat Kebudayaan Perancis. Pameran ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Pesta Membaca di Perancis, 10-12 Oktober, sekaligus memperingati Seabad Komik Berbahasa Perancis. Selain Indonesia, pesta membaca juga dilakukan di 150 tempat lain di berbagai negara.

Berimajinasi

Menurut Windiana, kehadiran komik ini tak lepas dari keinginan Pusat Kebudayaan Perancis untuk terus menelurkan semangat berkarya komikus Indonesia. Jika digarap baik, karya akan abadi dan terus dikenal dunia.

"Imajinasi para komikus Perancis dan Belgia luar biasa lengkap. Dari cerita dunia antah-berantah hingga kekinian. Dari cerita me-ngenai hewan hingga perenungan manusia. Bahkan, ada beberapa karya besar lahir tidak sengaja. Diharapkan ini menjadi semacam dorongan terus berkarya bagi komikus Indonesia," katanya.

Ambil contoh komik Smurf yang pertama kali dibuat Pierre Culliford alias Peyo pada 1956. Karakter dan guratan garis tinta china di atas kertas mampu memberikan nuansa kehidupan lain makhluk mungil berwarna biru.

Banyak cerita kreatif yang muncul dengan berbagai pesan kehidupan yang kemudian diterbitkan ke dalam 30 bahasa. Padahal, awalnya bangsa Smurf dilahiran secara tak sengaja atau hanya sebagai pelengkap oleh Peyo ketika membuat komik Johann et Pirlouit.

Jika terlalu bosan dengan ketenaran Tintin dan Asterix, ada tokoh rekaan sahabat Peyo, Andre Franquin bernama Siprou et Fantasio, atau di Indonesia dikenal sebagai Marsupilami. Diciptakan sekitar 1956, hingga kini semua kalangan masih bisamenikmatinya melalui film kartun yang terus diputar. Makhluk seperti monyet tetapi berbulu kuning bertotol hitam bak macan tutul ini sangat kuat dan digambarkan selalu menolong kehidupan manusia.

Pengunjung juga dapat melihat rekaman sejarah sekaligus belajar tentang teknik dan evolusi komik Perancis dan Belgia. Dari yang paling tua dan guratan sederhana karya Christophe (1856-1945) berjudul Line Partie de Jacquet hingga Foligalto yang penuh warna karya pakar teknik ilustrasi terkemuka Nicolas de Crecy (1991). (Cornelius Helmy)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keputusan Melanjutkan Pilkada 2020

PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tinjau Ulang Keputusan Melanjutkan Pilkada 2020

Nasional
Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Kemenperin Usul RUU Pengawasan Obat dan Makanan Mudahkan Pelaku Industri

Nasional
Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Masuki Musim Hujan, BMKG Minta Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Nasional
Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Politikus PDI-P Minta Polri Hati-hati Tangani Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Kemendagri Sebut Ada Lima Urgensi Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Anggaran Pengamanan Pilkada Belum Tuntas, Mendagri Peringatkan Pemda

Nasional
Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Dalam Eksepsinya, Jaksa Pinangki Sebut Djoko Tjandra Kenalkan Diri sebagai Joe Chan

Nasional
September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

September-November Beberapa Wilayah Indonesia Terdampak La Nina, Kecuali Sumatera

Nasional
UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

UPDATE: Sebaran 4.284 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dan Jabar

Nasional
Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Hingga 30 September, Pemerintah Telah Periksa 3.321.898 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 30 September: Ada 132.693 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Gaya Hidup Tinggi, Jaksa Pinangki Mengaku Punya Banyak Harta dari Almarhum Suami

Nasional
4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

4.510 Pasien Sembuh dari Covid-19 dalam Sehari, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Nasional
Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Curhat ke Jokowi, Pedagang Ini Mengaku Bangkrut akibat Pandemi

Nasional
UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 30 September: Ada 61.321 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X