Sidang Insiden Monas Ricuh, Aktivis AKKBB Dipukul

Kompas.com - 22/09/2008, 15:35 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN - Sementara sidang Habib Rizieq dan Munarman batal diselenggarakan karena keduanya menolak untuk hadir, sidang tujuh Laskar Pembela Islam (LPI) yang juga menjadi terdakwa insiden Monas 1 Juni mendadak ricuh. Aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Guntur Romli dipukul Panglima LPI M Subhan.

Kericuhan yang terjadi  ini terjadi karena aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) Guntur Romli dinilai telah menuding salah satu anggota LPI.

Menurut Ketua Bidang Pertahanan Front Pembela Islam (FPI) Adi Tubagus M Sidiq, kericuhan yang terjadi di di lantai 3 Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (22/9), dipicu oleh tindakan Guntur yang menendang kursi salah satu terdakwa, yang merupakan Panglima LPI M Subhan. Subhan segera berdiri dan melayangkan bogem mentah kepada Guntur. "Guntur abis jadi saksi, pas mau keluar, dia nendang kursi terdakwa paling pinggir. Kalau tidak salah Subhan. Lalu mengancam bilang FPI mau dibubarin. Langsung anak-anak terprovokasi dan terjadi insiden," ujar Adi.

Seperti dituturkan seorang pengacara LPI yang duduk dekat Subhan, Guntur menendang kursi karena mengaku seperti tersandung ketika hendak berjalan keluar tepat di depan salah satu laskar. Kontan para pendukung dari kalangan FPI, LPI, Komando Laskar Islam, dan oranisasi lain keluar ruangan, berteriak-teriak dan bersiap menghajar Guntur.

Untungnya, aparat segera mengamankan Guntur, membawanya turun dan kemudian tidak terlihat lagi. Sementara para petugas membawa Guntur, puluhan pendukung FPI berteriak-teriak dan terus berupaya mengejar Guntur.

Di lantai 3, polisi sempat berhadap-hadapan langsung dengan massa pendukung yang emosi. Setelah Guntur tak terlihat lagi, massa segera turun ke lantai 1 dan melangkah menuju gerbang PN Jakarta Pusat. Mereka berjanji akan terus menunggu di depan gerbang sampai Guntur keluar. "Kalau bisa kita jadikan (Guntur) dodol buat Lebaran," ujar salah satu pendukung.

Sementara itu, menurut keterangan seorang petugas yang merekam jalannya sidang, Guntur tampak bercakap-cakap dengan seorang anggota laskar. Entah kalimat apa yang dilontarkan Guntur, tiba-tiba anggota laskar itu melayangkan pukulan ke arah Guntur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X