Supaya Tidak Tua dan Membosankan

Kompas.com - 14/09/2008, 01:50 WIB
Editor

Kata orang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Roestriana Adrianti yang akrab disapa Uchu menyemplungkan diri dalam kegiatan yang tidak jauh dari dunia pendidikan karena ayahnya, Marsekal Muda (Purn) Roesman Nuryadin, pernah menjadi komandan Sesko AU dan komandan Akabri Udara dengan pos terakhir sebagai Duta Besar RI di Australia.

”Saya terbiasa dikelilingi banyak buku dan lingkungan pendidikan,” kata anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Sebagai anak tentara, Uchu juga terbiasa hidup gesit. Kata dia, hidup tidak boleh malas untuk berbuat.

”Kalau mau malas atau mau hidup santai nanti kalau sudah pensiun,” kata Uchu. ”Tuhan sudah memberi kita alat (akal dan kemampuan), sayang kalau tidak digunakan. Kurang keren. Jadinya tua dan membosankan. Potensi otak semakin digunakan semakin tajam.”


Dia tidak asal gesit, tetapi berprinsip harus membuat sesuatu yang inovatif dan tidak takut tantangannya. Al Jabr, misalnya. Sebagai kepala sekolah baru dengan sistem yang mengacu pada International Baccaulerate (IB) artinya Uchu harus mempelajari semua modul dan menyesuaikan dengan sekolahnya. Dia menyertai guru-guru di sekolahnya ikut pelatihan IB empat kali setahun sampai mencarikan buku yang diperlukan.

Kata Uchu, dia mau memberi pancing, bukan ikan. Kalaupun nanti guru atau staf yang sudah dia latih memilih mandiri, dia merasa sudah berhasil menjadikan mereka pemimpin. ”Indonesia masih butuh orang-orang yang bisa memimpin, dan Indonesia bukan hanya Jakarta,” kata Uchu.

Milan

Meskipun dalam pertemuan di Kidzania Uchu terlihat efisien, tetapi pilihan hari itu berupa rok hitam Max Mara, skarf Alexander McQueen, dan sepatu Lanvin yang semuanya koleksi musim dingin 2008, memperlihatkan Uchu adalah pencinta mode.

Dia selalu menyempatkan diri setahun dua kali ke Milan, kecuali tahun lalu, untuk melihat mode terakhir. ”Favorit saya Giorgio Armani,” kata dia. Tetapi, dia juga terlihat luwes dalam kebaya dan songket Aceh saat peresmian organisasi Cita Tenun Indonesia bulan lalu.

Ada alasan lain juga kenapa dia merasa harus tampil modis. Karena terbiasa memimpin bisnis, Uchu ingin tampil keren.

Dia juga termasuk rajin baca buku, mulai buku-buku yang berhubungan dengan pendidikan, termasuk The 8th Habit dari Stephen R Covey, sampai buku tentang seni teater di Jawa.

”Waktu saya ke Bali akhir pekan lalu dengan suami, saya baca buku Slow karangan Carl Honore yang best seller internasional. Isinya tentang bagaimana seluruh dunia mempertanyakan cult of speed (memuja yang serba cepat),” kata Uchu. Ini juga bagian dari mencari keseimbangan hidup. (ninuk nmp)



komentar di artikel lainnya
Close Ads X