Menghias Atap dengan Wuwungan - Kompas.com

Menghias Atap dengan Wuwungan

Kompas.com - 12/09/2008, 13:19 WIB

HIASAN pada atap biasanya dipasang di bagian kerpus (bubungan rumah). Pada rumah tradisional Jawa, bubungan atau wuwungan biasanya dipasangi hiasan.

Selain berbentuk burung atau gunungan wayang, ada pula yang berbentuk kepala naga atau mahkota. Dengan hiasan wuwungan, tampilan atap Anda menjadi unik, cantik, dan mudah dikenali.

Hiasan ini terbuat dari tanah liat. Tidak sulit kok mencarinya. Anda bisa menemukannya di sentra-sentra penjual material. Ada dua jenis wuwungan yang dijual di pasaran, untuk dipasang di bagian paling atas rumah dan untuk dipasang di pinggir atap.

Selain yang terbuat dari tanah liat, sekarang ada pula yang terbuat dari logam atau seng. Sementara itu, untuk desain ada wuwungan lama yang tergolong antik dan wuwungan baru. Harga untuk wuwungan antik tentu jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga wuwungan desain modern.

Wuwungan yang terbuat dari tanah liat biasa disebut wuwungan tradisional karena pembuatannya masih dengan cara tradisional. Biasanya dibuat dengan memasukkan tanah liat ke dalam cetakan dari semen. Setelah kering, wuwungan diangin-anginkan selama seminggu atau dijemur selama tiga hari. Kemudian dimasukkan ke dalam oven atau dibakar di tumpukan kayu dan sampah daun.

Sebaiknya Anda menggunakan jasa tukang batu untuk pemasangan wuwungan agar lebih rapi. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan pemasangan kerpus. Wuwungan tradisional memiliki daya tahan cukup lama, yaitu hingga 30 tahun.

Tertarik untuk mencoba?

IDEA/ANISSA


Editor

Terkini Lainnya

Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

Regional
Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Internasional
Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Megapolitan
KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

Nasional
C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

Nasional
Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Regional
Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Internasional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

Nasional
Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Regional
'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

"Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

Nasional
Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Megapolitan
Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Nasional
KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

Nasional
Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Megapolitan

Close Ads X