Umat Hindu Kaharingan Sedang Kejar Ketertinggalan

Kompas.com - 06/09/2008, 16:46 WIB

PALANGKARAYA, SABTU - Umat Hindu Kaharingan, penganut keyakinan asli suku Dayak Kalimantan Tengah, diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia khususnya tingkat pendidikan formal yang selama ini masih rendah.
     
"Umat Hindu Kaharingan memang sedikit terlambat memasuki tingkat pendidikan yang tinggi, karena sebagian besar masih tertinggal di berbagai sektor," kata Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, Rangkap I Nau, di Palangka Raya, Sabtu.
     
Rangkap mengakui, umat Hindu Kaharingan yang banyak tersebar di daerah pedalaman kini rata-rata masih berada pada taraf kesejahteraan yang rendah dibawah garis kemiskinan.
     
Oleh karena itu, Rangkap berharap, upaya pemerintah daerah membuka keterisolasian daerah dapat dimanfaatkan oleh umatnya agar mulai meningkatkan pendidikan. Rangkap mengatakan, upaya konsolidasi membangun dan memberdayakan sumber daya manusia umat Hindu Kaharingan itu telah dilakukan. Di antaranya melalui rapat kerja Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) Pusat Kalteng.
     
Dalam rapat kerja itu, Rangkap berupaya melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran termasuk yang ada di berbagai daerah hingga tingkat desa tentang kemajuan serta langkah pengembangan Kaharingan.
     
"Kami harap ada kesempatan untuk meningkatkan pendidikan umat Kaharingan, misalnya dengan memanfaatkan beasiswa yang disediakan pemerintah. Itulah sebabnya, kini banyak umat Kaharingan yang terus mengejar ketertinggalan pendidikannya," jelasnya.
     
Terkait kucuran bantuan dana, Rangkap mengakui, hanya diperhatikan oleh gubernur dan bupati saja. Sedangkan dari pemerintah pusat masih "nebeng" di agama Hindu.
     
"Meski demikian masih ada juga pemerintah kabupaten yang memandang sebelah mata terhadap perkembangan agama kami. Dilihat dari minimnya kucuran dana untuk kegiatan Kaharingan," keluhnya.
     
Secara keseluruhan mengacu data Badan Pusat Statistik, di Kalteng terdapat sekitar 200 ribu warga yang menganut Agama Hindu Kaharingan atau sekitar 10 persen dari penduduk Kalteng, meski menurut versi MBAHK mencapai 400 ribu warga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X