Anthony Bela Diri, Hamka Pasrah

Kompas.com - 05/09/2008, 11:12 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT — Mantan anggota Komisi IX DPR dan Wakil Gubernur Jambi Anthony Zeidra Abidin, yang menjadi terdakwa kasus aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia, tetap bersikukuh mengetahui jumlah pasti dan penerima uang dari Bank Indonesia.

Menurut dia, Hamka Yandhu-lah yang mengetahui secara pasti hal tersebut. Hal ini disampaikannya dalam eksepsi (keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum) di Pengadilan Tipikor pagi ini. Sikap Anthony ini bertentangan dengan sikap anggota Komisi XI DPR Hamka Yandhu yang pasrah dan tidak mengajukan eksepsi.

Anthony mengajukan keberatan yang mengulangi keterangannya saat menjadi saksi untuk Burhanuddin Abdullah (mantan Gubernur BI). Menurut Anthony, selama ini dia memang sengaja membantah karena dia tidak mengetahui jumlah dan siapa saja penerima uang tersebut.

"Saya tidak mau berspekulasi yang akan menimbulkan fitnah. Selain itu, saya tidak mau terlibat konspirasi tingkat tinggi. Saya ingin jujur dalam memberikan keterangan dalam sidang perkara ini sehingga Allah, keluarga, dan warga Jambi dapat memaafkan saya," ujar Anthony dalam Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (5/9).

Namun, dia mengakui telah menerima uang Rp 500 juta dari Hamka Yandhu. Meski tidak mengetahui persis jumlah uang yang diberikan dua pejabat BI, Rusli Simanjuntak dan Asnar Ashari. (BOB)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.