Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuasa Hukum Muchdi Tuding Budi Santoso

Kompas.com - 02/09/2008, 13:01 WIB

JAKARTA, SELASA - Juru Bicara Tim Kuasa Hukum Muchdi Pr, yang didakwa dalam kasus pembunuhan Munir, Luthfie Hakim mengatakan, kliennya hanya dikorbankan dalam kasus terbunuhnya Munir.

Muchdi adalah mantan Deputi V BIN Bidang Penggalangan. Menurutnya, Budi Santoso yang merupakan Deputi V.5 BIN dengan status Agen Madya lebih mempunyai motif untuk membunuh aktivis HAM tersebut.

"Muchdi merasa dikorbankan, ada orang yang lebih punya motif untuk membunuh Munir yaitu Budi Santoso. Saksi Kawan dalam BAP menyebutkan bahwa dia pernah disuruh Budi Santoso untuk memonitoring, penjejakan bahkan perburuan terhadap orang-orang Kontras, dan Munir adalah orang Kontras. Mengapa hal ini tidak pernah diungkap. Padahal, ini penting," kata Luthfie, usai persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (2/9).

Dalam berkas eksepsi, tim kuasa hukum Muchdi memaparkan, Saksi Kawan pernah diperiksa pada tanggal 13 Juni 2008. Budi Santoso selaku atasan Saksi Kawan pernah memerintahkan saksi Kawan untuk melakukan monitoring, penjejakan, dan bahkan perburuan terhadap tokoh-tokoh Kontras. Monitoring dilakukan dari kantor ke rumah dan pengamatan terhadap orang dan kendaraan yang keluar masuk kantor Kontras.

"Dengan demikian, Budi Santoso memiliki motif untuk menjerumuskan terdakwa Muchdi Pr selaku atasannya yang tidak tahu menahu perbuatannya dan membersihkan dirinya sendiri dengan hanya memberikan keterangan dalam berita acara tanpa perlu hadir ke muka sidang," demikian Luthfie saat membacakan eksepsi.

Bahkan, ia menduga pelaku sebenarnya yang merencanakan pembunuhan Munir adalah orang kuat. Oleh karenanya, pihak Muchdi tetap berharap Budi Santoso bisa dihadirkan di muka persidangan. Dalam proses BAP, Budi hadir 4 kali untuk memberikan kesaksian.

"Kalau 4 kali bisa dihadirkan dalam pemeriksaan BAP, kenapa tidak bisa dihadirkan ke pengadilan. Ada apa dengan Budi Santoso. Kalau JPU tidak bisa menghadirkan Budi Santoso, Budi Santoso harus dicoret kesaksiannya dalam kasus ini. Kami menantang JPU untuk menghadirkan Budi Santoso," ujar Luthfie lagi.

Tim kuasa hukum Muchdi khawatir, JPU kembali tidak menghadirkan Budi Santoso di persidangan. Alasannya, kesaksian Budi saat BAP sudah dilakukan di bawah sumpah. Luthfie menduga, hal ini merupakan antisipasi dari JPU jika Budi berhalangan hadir di persidangan, maka kesaksian tertulisnya hanya dibacakan.

Saat ditanya tentang tantangan Kuasa Hukum Muchdi untuk menghadirkan Budi, Ketua Tim JPU Cirus Sinaga hanya menanggapi enteng. "Ya nanti lah, Budi Santoso kan alat bukti," katanya. Apakah Jaksa bisa menghadirkannya ke persidangan? "Ah, nantilah itu. Pemeriksaan saksi kan belum...begitu ya," ujar Cirus sambil berlalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Yusril Akui Sebut Putusan 90 Problematik dan Cacat Hukum, tapi Pencalonan Gibran Tetap Sah

Yusril Akui Sebut Putusan 90 Problematik dan Cacat Hukum, tapi Pencalonan Gibran Tetap Sah

Nasional
Bukan Peserta Pilpres, Megawati Dinilai Berhak Kirim 'Amicus Curiae' ke MK

Bukan Peserta Pilpres, Megawati Dinilai Berhak Kirim "Amicus Curiae" ke MK

Nasional
Perwakilan Ulama Madura dan Jatim Kirim 'Amicus Curiae' ke MK

Perwakilan Ulama Madura dan Jatim Kirim "Amicus Curiae" ke MK

Nasional
PPP Tak Lolos ke DPR karena Salah Arah Saat Dukung Ganjar?

PPP Tak Lolos ke DPR karena Salah Arah Saat Dukung Ganjar?

Nasional
Kubu Prabowo Sebut 'Amicus Curiae' Megawati soal Kecurangan TSM Pilpres Sudah Terbantahkan

Kubu Prabowo Sebut "Amicus Curiae" Megawati soal Kecurangan TSM Pilpres Sudah Terbantahkan

Nasional
BMKG Minta Otoritas Penerbangan Waspada Dampak Erupsi Gunung Ruang

BMKG Minta Otoritas Penerbangan Waspada Dampak Erupsi Gunung Ruang

Nasional
Demokrat Tak Resisten jika Prabowo Ajak Parpol di Luar Koalisi Gabung Pemerintahan ke Depan

Demokrat Tak Resisten jika Prabowo Ajak Parpol di Luar Koalisi Gabung Pemerintahan ke Depan

Nasional
Kubu Prabowo-Gibran Yakin Gugatan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Ditolak MK

Kubu Prabowo-Gibran Yakin Gugatan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Ditolak MK

Nasional
Aktivis Barikade 98 Ajukan 'Amicus Curiae', Minta MK Putuskan Pemilu Ulang

Aktivis Barikade 98 Ajukan "Amicus Curiae", Minta MK Putuskan Pemilu Ulang

Nasional
Kepala Daerah Mutasi Pejabat Jelang Pilkada 2024 Bisa Dipenjara dan Denda

Kepala Daerah Mutasi Pejabat Jelang Pilkada 2024 Bisa Dipenjara dan Denda

Nasional
KPK Panggil Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor sebagai Tersangka Hari Ini

KPK Panggil Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor sebagai Tersangka Hari Ini

Nasional
Daftar 33 Pengajuan Amicus Curiae Sengketa Pilpres 2024 di MK

Daftar 33 Pengajuan Amicus Curiae Sengketa Pilpres 2024 di MK

Nasional
Apa Gunanya 'Perang Amicus Curiae' di MK?

Apa Gunanya "Perang Amicus Curiae" di MK?

Nasional
Dampak Erupsi Gunung Ruang: Bandara Ditutup, Jaringan Komunikasi Lumpuh

Dampak Erupsi Gunung Ruang: Bandara Ditutup, Jaringan Komunikasi Lumpuh

Nasional
Megawati Lebih Pilih Rekonsiliasi dengan Jokowi atau Prabowo? Ini Kata PDI-P

Megawati Lebih Pilih Rekonsiliasi dengan Jokowi atau Prabowo? Ini Kata PDI-P

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com