Bali Aman Jelang Pelantikan Gubernur

Kompas.com - 27/08/2008, 15:12 WIB
Editor

DENPASAR, RABU- Jika tak ada aral, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih untuk periode 2008-20013, Made Mangku Pastika dan AA Puspayoga, akan dilantik hari Kamis (28/8). Sejauh ini, jajaran Kepolisian Daerah Bali belum mencium akan munculnya aksi sabotase atau unjukrasa pada acara pelantikan tersebut. 

"Kita tidak mencium akan adanya aksi seperti itu. Namun demikian, upaya penjagaan tetap ditingkatkan," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban, di Denpasar, Rabu (27/8).

Khusus untuk aksi unjukrasa, kata Reniban, hingga kini tidak ada satupun organisasi atau kekuatan massa lainnya yang melaporkan diri akan melakukan itu. Sesuai ketentuan, peserta aksi unjukrasa harus terlebih dahulu melapor kepada polisi mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan.

Mengenai tindak sabotase, lanjut dia, sejauh ini pihaknya tidak mendeteksi akan munculnya aksi tersebut. "Kita sudah siaga penuh dengan melibatkan ratusan petugas," ucapnya menambahkan.

Untuk itu, 779 anggota Polri dilibatkan dalam upaya pengamanan jalannya pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali untuk masa bhakti 2008-2013. Selain petugas Polri, acara pelantikan yang akan digelar hari Kamis (28/8) di Gedung DPRD Bali itu juga akan dijaga sekitar seratus anggota Satpol PP dan Pecalang, pengamanan desa adat.

Selain di kawasan gedung dewan, pengamanan juga akan dilakukan di ruas-ruas jalan tertentu yang akan dilalui gubernur dan wakilnya yang akan dilantik. "Khusus di rumah dinas gubernur dan wakil gubernur telah terlebih dahulu ditempatkan masing-masing enam personel Polri," ucapnya.

Made Mangku Pastika dan AA Puspayoga maju atas dukungan PDIP. Pastika-Puspayoga berhasil mengungguli dua pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang lain, yakni Cok Suryawan-Nyoman Gede Suweta (Partai Golkar) dan Prof Dr Gede Winasa-Alit Putra yang diusung sejumlah partai gurem.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X