Afifuddin Lubis Dilantik Sebagai Penjabat Wali Kota Medan

Kompas.com - 20/08/2008, 19:45 WIB
Editor

MEDAN, RABU - Afifuddin Lubis dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Medan oleh Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin di Medan, Rabu (20/8). Afifuddin menggantikan Abdillah yang diberhentikan sementara karena tengah menjalani proses persidangan sebagai terdakwa kasus korupsi penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan pengadaan mobil pemadam kebakaran di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Afifuddin sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Medan. Ia juga tercatat pernah menjabat Pelaksana Tugas Wali Kota Medan tahun 2005 saat Medan menggelar pemilihan wali kota.

Seusai melantik dan mengambil sumpah jabatan Afifuddin, Syamsul mengingatkan agar Penjabat Wali Kota Medan tak salah langkah. Apalagi, posisi sebagai Penjabat Wali Kota Medan mungkin merupakan pengabdian terakhir Afifuddin sebagai pegawai negeri sipil yang bakal memasuki usia pensiun tahun depan.

Tidak dijelaskan, apa yang dimaksud Syamsul agar Afifuddin tidak salah langkah. Hanya saja, karena Abdillah dan Wakil Wali Kota Ramli, juga diberhentikan karena kasus korupsi penyelewengan dana APBD, peringatan terhadap Afifuddin agar tak salah langkah terkait erat dengan kasus korupsi yang bisa menjerat Penjabat Wali Kota sewaktu-waktu. Meski mengingatkan Afiffudin agar tak salah langkah, Syamsul justru berharap Abdillah bisa bebas dari kasus korupsi yang didakwakan terhadapnya.

Usai dilantik, Afifuddin mengatakan, prioritas pertamanya adalah membenahi persoalan internal di Pemkot Medan.

"Saat ini tak ada kubu-kubuan. Tidak ada kubunya si x, tidak ada pula kubunya Afifuddin. Semua mengabdi kepada Pemkot Medan. Loyalitas pejabat hanya pada lembaga, bukan orang per orang," katanya. Prioritas pembenahan internal ini terkait keretakan di antara pejabat Pemkot Medan, yang berujung pada pengkubuan antara mereka yang loyal dengan Abdillah dan mereka yang setia kepada Ramli.

Selain itu, Afifuddin mengatakan dia akan segera membenahi persoalan sampah di Medan. Dia akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kebersihan serta camat dan lurah mengatasi persoalan menumpuknya sampah di beberapa titik Kota Medan.

"Pokoknya yang terkait dengan pelayanan publik. Termasuk mengatasi kelangkaan blangko KTP, yang sudah ditenderkan beberapa hari lalu dan kemungkinan sudah ada pemenangnya," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X