Sampai Mati Tetap Dijaga

Kompas.com - 19/08/2008, 01:19 WIB
Editor

TRADISI kehidupan kaum bangsawan Sumba, khususnya Sumba Timur yang selalu diapit para hamba,  juga  terbawa hingga mereka meninggal dunia. Pengabdian para hamba atau disebut dalam bahasa umum orang dalam rumah'  bahkan hingga tuannya masuk ke liang lahat.

Menurut penuturan para tokoh adat Sumba Timur, sampai dengan era 1970-an, masih ada hamba yang rela kubur hidup-hidup  dalam satu kubur dengan sang tuan. Orang dalam rumah yang ikut terkubur dengan jenazah tuannya,  ini tidak dipaksa. Mereka melakukan atas dasar kerelaan karena ingin menjaga dan mengabdi kepada sang tuan. Tradisi seperti ini baru terhenti dalam dua dekade terakhir setelah ada larangan dari pemerintah.

Sejarah pengabdian hamba terhadap para bangsawan Sumba,  itu dapat ditemukan di Kampung Praiawang Rende, Kabupaten Sumba Timur yang merupakan kampung adat tempat kelahiran almarhum Ir. Umbu Mehang Kunda, Bupati Sumba Timur yang meninggal dunia 2 Agustus 2008 lalu.

Jika baru pertama mengunjungi kampung adat tersebut, kita akan menjumpai  sembilan rumah induk yang mengelilingi kampung adat dan kuburan-kuburan batu yang ukuran besar dengan beratnya yang mencapai satu bahkan dua ton di tengah perkampungan. Di atas batu kuburan tersebut, terdapat menara batu dan arca yang dalam bahasa setempat disebut penji. Bahkan ada kubur yang bagian depannya dibuat patung kepala kerbau dengan tanduk yang cukup panjang. Kuburan dengan patung kepala kerbau itu merupakan kuburan bangsawan pertama di kampung tersebut.

Sembilan rumah induk itu melambangkan sembilan keturunan dari para bangasawan dalam kampung adat Praiawang Rende. Rumah-rumah induk itu dengan fungsinya masing-masing. Ada yang namanya rumah besar yang saat ini dijadikan tempat penyimpanan mayat atau dalam bahasa setempat disebut Uma Bokul. Rumah ini merupakan rumah pertama di kampung itu.

Dari rumah ini seluruh keturunan bangsawan Rende keluar dan kemudian mendirikan rumah sendiri-sendiri. Kemudian ada Uma Jangga, yang merupakan rumah tinggal almarhum Ir. Umbu Mehang Kunda sejak kecil. Rumah ini merupakan rumah tempat musyawarah keluarga. Kemudian, Uma Penji merupakan rumah yang ada menaranya. Rumah ini merupakan tempat tinggal Raja Rende (Maramba Rindi), Umbu Hapu Hamba Ndima dan keturunannya. Ada juga Uma Hadung, yakni tempat berkumpul sebelum pergi atau setelah pulang perang atau saat ini dipakai sebagai tempat berkumpul sebelum pergi atau setelah pulang pacuan kuda.

Menurut juru bicara Kampung Adat Rende, Wunu Hiwa (71), zaman dulu di rumah ini juga dipakai sebagai tempat menggantung kepala musuh yang dibunuh dalam peperangan dan tempat merayakan berbagai acara adat setelah memenangkan peperangan. Ada lagi yang namanya Uma Ndewa (rumah para dewa) yang merupakan rumah tempat upacara atau sembahyang para penganut kepercayaan marapu. Juga ada Uma Kopi atau rumah tempat minum kopi.

Kembali ke soal kuburan. Sesuai dengan budaya orang Sumba yang selalu mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, ketika meninggal duniapun, jenazah para bangsawan Sumba,  khususnya Sumba Timur  dikuburkan dalam satu kuburan yang sama atau satu liang lahat. Dalam satu kubur  bisa sampai puluhan orang. Seperti salah satu kubur bangsawan di Kampung Praiwang Rende yang saat ini sedang direnovasi atau diperluas.

Kuburan itu awalnya merupakan kubur dari kakek almarhum Umbu Mehang Kunda bernama  Umbu Retang Tamba dan istrinya,  Rambu Dupa Luana. Namun dengan budaya kebersamaan tadi, ketika sang adik bernama Umbu Windi Liti alias Umbu Nai Parianga  dan tiga istrinya masing-masing, Rambu Konga Emu, Rambu Naha Ana Awang dan Rambu Hara Ata Pawau meninggal dunia, jasad keempatnyanya juga dimasukkan ke kubur yang sama. Tidak hanya itu, anak-anak mereka , Umbu Lili Pekualia alias Umbu Nai Hanggongu anak dari Umbu Retang Tamba dan Rambu Padu Ranu anak dari Umbu Windi,  juga dikuburkan di kubur yang sama.

Kubur dari satu keluarga bangsawan di Kampung Rende tersebut dipagari oleh kuburan para hambanya sebanyak 24 orang,  terdiri dari bagian kaki empat orang, bagian kepala empat orang, sisi kiri empat orang dan sisi kanan empat. Perlakuan yang sama juga akan berlangsung bagi seluruh bangsawan di kampung itu dan keturunannya,  termasuk kuburan almarhum Ir. Umbu Mehang Kunda, Bupati Sumba Timur.

Menurut Wunu Hiwa, meski masih  satu keturunan dengan pemilik kubur yang dibongkar tersebut, namun jenazah almarhum Ir. Umbu Mehang Kunda sesuai kesepakatan terakhir akan dikuburkan di liang terpisah dengan sang kakek dengan pertimbangan untuk menghormati almarhum. Hiwa mengatakan, antara kubur almarhum dengan kubur sang kakek hanya terpisah liang lahat tetapi tetap berdampingan. Kubur almarhum Ir. Umbu Mehang Kunda alias Umbu Nai Mbaha Ndjurumbatu berada di sudut kiri bagian depan kubur sang kakek. Sama halnya dengan kubur sang kakek, Wunu Hiwa mengatakan, kubur almarhum juga akan dikelilingi oleh kubur para hambanya. "Kalau ada anak buah almarhum (hamba) dalam rumah yang meninggal nanti, dia akan dikubur di sisi kubur almarhum," kata Hiwa.(Pos Kupang/Adiana Ahmad)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data Kasus Covid-19 Tak Pernah Real Time hampir 10 Bulan, Epidemiolog: Tidak Bisa Terus Dibiarkan

Data Kasus Covid-19 Tak Pernah Real Time hampir 10 Bulan, Epidemiolog: Tidak Bisa Terus Dibiarkan

Nasional
Gugat Pilkada, Inisiator LaporCovid-19: Pemerintah Abaikan Hak Kesehatan Masyarakat

Gugat Pilkada, Inisiator LaporCovid-19: Pemerintah Abaikan Hak Kesehatan Masyarakat

Nasional
Pada 2020, Dompet Dhuafa Distribusikan Lebih dari 42.000 Hewan Kurban

Pada 2020, Dompet Dhuafa Distribusikan Lebih dari 42.000 Hewan Kurban

Nasional
Jika Penambahan Kasus Covid-19 Melonjak hingga 100 Persen, Apa Langkah Pemerintah?

Jika Penambahan Kasus Covid-19 Melonjak hingga 100 Persen, Apa Langkah Pemerintah?

Nasional
Tingkat Kepatuhan Masyarakat Pakai Masker 59,32 Persen, Satgas: Trennya Turun Terus

Tingkat Kepatuhan Masyarakat Pakai Masker 59,32 Persen, Satgas: Trennya Turun Terus

Nasional
Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik setelah Pemilu, Ini Penyebabnya

Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik setelah Pemilu, Ini Penyebabnya

Nasional
Cuitan Maaher At-Thuwailibi yang Membawanya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ujaran Kebencian...

Cuitan Maaher At-Thuwailibi yang Membawanya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ujaran Kebencian...

Nasional
Satgas Sebut Pemeriksaan Covid-19 Indonesia Telah Mendekati Standar WHO

Satgas Sebut Pemeriksaan Covid-19 Indonesia Telah Mendekati Standar WHO

Nasional
Satgas Imbau Masyarakat Pilih Calon Kepala Daerah yang Patuh Protokol Kesehatan saat Kampanye

Satgas Imbau Masyarakat Pilih Calon Kepala Daerah yang Patuh Protokol Kesehatan saat Kampanye

Nasional
Fokus Tangani Covid-19, Wapres: Usulan Pemekaran Daerah Masih Moratorium

Fokus Tangani Covid-19, Wapres: Usulan Pemekaran Daerah Masih Moratorium

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Zona Merah Diminta Tak Paksakan Sekolah Tatap Muka

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Zona Merah Diminta Tak Paksakan Sekolah Tatap Muka

Nasional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS 57,97 Persen, Jabar Tertinggi

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS 57,97 Persen, Jabar Tertinggi

Nasional
Komisi X Minta Sekolah Tak Terburu-buru Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Komisi X Minta Sekolah Tak Terburu-buru Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Nasional
Komisi X Akan Minta Kebijakan Sekolah Tatap Muka pada Januari 2021 Ditinjau Kembali

Komisi X Akan Minta Kebijakan Sekolah Tatap Muka pada Januari 2021 Ditinjau Kembali

Nasional
Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Pemilu Tak Signifikan, Satgas Contohkan Kroasia hingga Trinidad Tobago

Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Pemilu Tak Signifikan, Satgas Contohkan Kroasia hingga Trinidad Tobago

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X