Pemerintah akan Masuk Konsorsium Palapa Ring

Kompas.com - 11/08/2008, 19:33 WIB
Editor

SOLO, SENIN - Jika pembangunan Palapa Ring terkendala dana, pemerintah mungkin akan masuk konsorsium. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh saat mengunjungi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Senin (11/8), menanggapi kabar mundurnya sejumlah anggota konsorsium swasta yang telah dipilih pemerintah.

Untuk membangun jaringan serat optik di Indonesia Timur terbentuk konsorsium 7 perusahaan yang terdiri dari Telkom, Indosat, XL, Bakrie Telecom, Macca System Infocom, Infokom Elektrindo, dan Powertek Utama Internusa. Namun, Macc System Infocom telah mengundurkan diri. Bahkan, Infokom Elektrindo dan Powertek dikabrkan juga berniat hengkang. Mundurnya anggota konsorsium menyebabkan anggaran yang direncanakan turun.

"Kendala ini tidak akan merubah target pelaksanaan pembangunan Palapa Ring tersebut," katanya. Pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring di Indonesia Timur diharapkan tetap selesai tahun 2010. Solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengalihkan tawaran kepada anggota lain atau pemerintah turut serta masuk ke dalam konsorsium.

Ia mengakui adanya kendala lain yang harus dihadapi selain dana, yakni keterbatasan vendor penyedia kapal yang akan membangun kabel optik di bawah laut. "Saat ini banyak yang membangun proyek semacam itu, sehingga kita harus mau menunggu. Proyek ini tidak mudah memang, tidak akan selesai dalam jangka waktu satu atau dua hari saja, apalagi kabel harus ditanam di bawah laut dan lautnya bukan laut dangkal," katanya.


Proyek Palapa Ring tersebut akan dimulai pada bulan September 2008 dengan pembangunan fisik, dan anggaran yang disediakan untuk proyek tersebut sekitar Rp3 triliun. Jika pemasangan kabel optik bawah laut tersebut telah terlaksana, diharapkan menyusul dibangunnya infrastruktur jaringan telepon di seluruh desa di Indonesia bagian timur. Pasalnya hingga saat ini masih terdapat sebanyak 38 ribu dari 72 ribu desa yang belum terlayani jaringan telepon.

"Jadi nanti setelah ada tol informasi kita pasangan pararel dengan kabel optik di daratan, kalau kabel optik di laut itu ibarat jalan tol maka di daratan itu ibarat jalur tikusnya. Setelah itu kita bangun landing-landing poin di mana dari landing poin itu akan kita tarik ke desa-desa yang belum terlayani jaringan telepon," katanya. Jaringan telepon yang dipasang di desa terpencil tersebut menurut Menkominfo tidak hanya berupa voice atau suara saja tetapi juga data.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X