Taman Makam Pahlawan Kalibata Semula Ada di Ancol

Kompas.com - 11/08/2008, 15:09 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN - Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Soekarno pernah mengatakan, 'bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya'. Penghormatan kepada para Pahlawan dapat dilakukan dengan mengunjungi Taman Makan Pahlawan (TMP).

Ada sepuluh TMP di Indonesia, di antaranya, Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, yang berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Awal mulanya TMPN Kalibata dibuat untuk merelokasi kerangka jenazah dari TMP yang ada di daerah Ancol, Jakarta Utara.

"Atas petunjuk dari Bung Karno, lokasi TMP di Ancol dipindahkan ke Kalibata, dengan menempati luas lahan seluas lima hektar," kata Victor S. Siahaan, Kepala Seksi Pengelolaan TMPN dan TMP, Departemen Sosial, di Jakarta, Senin (11/8).

Alasan perpindahan didasarkan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan kota Jakarta, karena kawasan Ancol dipusatkan menjadi kawasan rekreasi dan hiburan. Pembangunan TMP Kalibata diserahkan kepada Angkatan Darat yang dimulai pada tahun 1953, dengan di Arsitek F. Silaban. "Sedangkan pekerjaan pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor Biro AIA, yang bekerjasama dengan Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium," tambah Viktor.

Peresmian TMPN Kalibata baru dilakasanakan pada 10 November 1954 oleh Presiden RI pertama, Soekarno, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Bersamaan dengan peresmian, dimakamkan 121 kerangka jenazah Pahlawan atau Pejuang di TMPN Kalibata pindahan dari TMP Ancol. "Keseluruhan kerangka jenazah yang dipindahkan dari TMP Ancol di tempatkan di petak A," lanjut Viktor.

TMPN Kalibata Diperluas Ketika Soeharto menjabat sebagai Presiden RI yang kedua menggantikan Soekarno TMPN Kalibata diperluas, tepatnya pada tahun 1973. Dari yang awalnya menempati lahan seluas lima hektar, diperluas menjadi 25 hektar. "Tapi baru dikerjakan pada tahun 1974, sesuai dengan master plane (rencana induk) TMPN yang dirancang oleh Atelier," ungkap Viktor.

Setelah luas lahan bertambah menjadi 25 hektar, TMPN Kalibata tidak hanya dipergunakan sebagai areal pemakaman saja, tapi juga mencakup sarana dan prasarana lainnya. Sarana dan prasarana yang terdapat di TMPN Kalibata diantaranya, kantor pengurus, monumen, beberapa taman, danau buatan, halaman parkir, pos pengamanan, perpustakaan, kompleks perumahan pegawai, dan mushalla.

Peresmian perluasan TMP Kalibata dilakukan oleh Presiden kedua RI, Soeharto pada tahun 1974. "Sedangkan ketetapan TMP Kalibata menjadi TMPN baru ditetapkan pada tahun 1976 oleh Presiden Soeharto," lanjut Viktor.

Keputusan penetapan TMP Kalibata menjadi TMPN diperkuat dengan diterbitkannya surat Keputusan Presiden (Keppres) RI nomor 18 tahun 1976.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X