Asterix at the Olympic Games: Bertemu Schumacher dan Zidane - Kompas.com

Asterix at the Olympic Games: Bertemu Schumacher dan Zidane

Kompas.com - 28/07/2008, 16:10 WIB

JAKARTA, SENIN - Kembali, dua sahabat dari Galia, berlaga di layar lebar. Setelah Asterix dan Obelix berhasil mengalahkan Kaisar Romawi Julius Caesar bersama pasukannya dan bertemu Cleopatra di Mesir, kini Asterix beraksi di Olimpiade.

Sama dengan dua film Asterix sebelumnya, film produksi La Petite Reine ini juga penuh komedi. Film ini dimulai dengan kisah cinta. Seorang pemuda Galia bernama Alafolix (Benoit Poelvoorde) dan Putri Irina (Vanessa Hassler) dari Yunani saling jatuh hati. Namun, cinta mereka tidak berjalan mulus. Putra Caesar, Brutus, juga menginginkan sang putri untuk menjadi pendamping hidupnya.

Olimpiade, yang digelar empat tahun sekali, akhirnya disepakati sebagai ajang kompetisi untuk mendapatkan hati Irina. Irina berjanji akan memberikan hatinya bagi juara Olimpiade. Maka digelarlah pertarungan antara Brutus, yang memiliki segudang pikiran licik untuk memenangkan pertandingan dan merebut tahta ayahnya, dengan Alafolix, yang dibantu oleh Asterix (Clovis Cornillac) dan Obelix (Gerard Dipardieu) serta ramuan ajaib.

Humor yang disajikan lewat dialog yang terjadi antara Asterix dengan Obelix dan tokoh-tokoh lainnya, di samping mampu mengocok perut juga menyiratkan makna yang dalam. Simak saja apa yang dikatakan oleh Obelix kepada pelari tercepat Romawi, yang merasa dirinya paling kuat ketika sedang berlatih lari untuk Olimpiade di hutan dan bertemu dengan Obelix. "Tidak baik selalu ingin menjadi yang terkuat," ujar Obelix.

Thomas Langmann mempercayakan film ini kepada sutaradara film Le Boulet (2002), Frederic Forestier, untuk bekerja sama dengannya dalam penyutradaraan demi mendapatkan kepuasan.

Dari segi visualisasi, film ini tidak berbeda jauh dengan dua film Asterix sebelumnya, yaitu Asterix Versus Caesar dan Asterix & Obelix : Mission Cleopatra. Terutama dalam menggambarkan aksi-aksi yang dilakukan oleh Obelix dan Asterix sehabis meminum ramuan ajaib. Contohnya, dua sahabat tersebut bisa berlari cepat atau orang-orang terlempar akibat pukulan mereka.

Set lokasi terkesan sempurna dengan latar belakang Romawi Kuno, terutama stadion Olimpiade. Yang membuat film ini semakin menarik adalah kemunculan bintang-bintang olahraga dunia seperti Michael Schumacher saat akan balap kuda dan Zinadine Zidane saat salah seorang wasit Olimpiade menemukan bola pertama. (C-03) 


Editor

Close Ads X