Menikmati Rasanya "Trancam"

Kompas.com - 24/07/2008, 13:20 WIB
Editor

TIDAK ada yang suka berada dalam keadaan terancam. Jantung berdegup kencang, tangan dingin, keringat bercucuran dan perut melilit. Meski konstruksi katanya hampir sama, Trancam tidak akan membuat jantung Anda bergedup kencang, tangan dingin, keringat bercucuran atau perut yang melilit.

Ketika saya dan rombongan berkunjung ke rumah makan Boyong Kalegan, makanan ini menjadi fokus saya. Komposisinya tidak jauh berbeda dengan urap biasa. Berbagai sayuran ditambah parutan kelapa. Trancam adalah makanan khas Jawa Tengah, terdiri dari tauge, kacang panjang yang dipotong kecil-kecil,timun yang dipotong dadu, irisan halus sawi putih serta irisan daun kemangi.

Namun, beberapa resep juga menambahkan irisan halus daun bayam dan potongan wortel. Semuanya diaduk jadi satu dengan parutan kelapa karena dicampur dengan bumbu bawang putih, cabai dan kencur.

Ketika menikmatinya, lidah akan segera dapat mengenali perbedaannya dengan urap. Semua sayurannya mentah! Karena mentah, ketika dimakan rasanya lebih kres dan sangat segar. Aroma dan rasa daun kemanginya terasa sekali. Pas jika dimakan bersama dengan nasi dan ikan bakar khas Boyong Kalegan.

Jika ingin menikmati Trancam dan makanan khas Jawa lainnya, Anda dapat berkunjung ke Boyong Kalegan. Tepatnya di Jl Raya Turi-Pakem km 3 Sleman Yogyakarta, 15 km ke arah utara dari Malioboro. Di tempat ini, Anda juga dapat menikmati keindahan alam yang sangat natural.

Trancam dijual dengan harga murah Rp 6.000.Yang pasti, ketika Anda menikmati Trancam, Anda tidak akan merasa terancam.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X