Kuali Peleburan di Tlatah Jawa Timur

Kompas.com - 21/07/2008, 00:59 WIB
Editor

IGNATIUS KRISTANTO dan YOHAN WAHYU

Tinimbang Ngenger Luwih Becik Melu Bapake Dhewe.

Lek Ono Bapake Arek-Arek, Lapo Melok Pakde.

Gotong Royong Oreng Madhure Mele Tareten Dhibi.


Begitu bunyi slogan-slogan kampanye yang memakai gaya bahasa lokal menghiasi lokasi strategis di Jawa Timur menjelang pemilihan kepala daerah. Jelas, dari ragam gaya bahasanya, slogan tersebut bukan hanya dari bahasa Jawa. Ada bahasa Madura, ada juga gaya bahasa yang berkembang di Surabaya dan sekitarnya. Kalau begitu, budaya apa saja yang membentuk provinsi ini? Apa yang melatarinya?

Menilik nama ”Jawa” yang melekat pada ”Jawa Timur”, sekilas menumbuhkan kesan bahwa sifat sosial dan budaya masyarakatnya pasti monokultur. Kenyataannya tidak. Jawa Timur sangat plural, beragam.

Budayawan Universitas Jember, Ayu Sutarto (2004), membagi wilayah Jatim ke dalam sepuluh tlatah atau kawasan kebudayaan. Tlatah kebudayaan besar ada empat, yakni Jawa Mataraman, Arek, Madura Pulau, dan Pandalungan. Sedangkan tlatah yang kecil terdiri atas Jawa Panoragan, Osing, Tengger, Madura Bawean, Madura Kangean, dan Samin (Sedulur Sikep).

Tlatah kebudayaan Jawa Mataraman berada di sebelah barat. Wilayahnya paling luas, membentang dari perbatasan Provinsi Jawa Tengah hingga Kabupaten Kediri. Dinamai seperti ini karena masih mendapat pengaruh sangat kuat dari budaya Kerajaan Mataram, baik pada masa Hindu-Buddha maupun era Kesultanan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta dan Surakarta. Karena itu, adat istiadatnya pun mirip.

Tlatah ini dapat dibedakan lagi ke dalam subwilayah kebudayaan yang lebih kecil.

Budayawan Dwi Cahyono membaginya menjadi Mataraman Kulon (Barat), Mataraman Wetan (Timur), dan Mataraman Pesisir. Pembagian ini didasarkan pada jejak sejarah dan budaya lokal yang berkembang di sana. Bahasa menjadi ciri yang paling mudah untuk membedakan ketiganya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X