Kalla-Wiranto Duduk Berdampingan

Kompas.com - 09/07/2008, 14:07 WIB
Editor

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

JAKARTA, RABU - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla akan duduk berdampingan dengan Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Keduanya duduk berdampingan pada acara pengambilan nomor urut peserta Pemilu 2009 di Lantai 2 Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/7) siang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, yang akan diwakili oleh Puan Maharani, putri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekanoputri, akan duduk berdampingan dengan Ketua Umum DPP Partai Damai Sejehtera Riyandi Hutasoit.

Megawati memilih menunggu hasil pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Bali. Namun, hingga saat dibuka oleh Ketua KPU, Puan dan Royandi belum juga hadir.

Kalla datang terlebih dulu sebelum Wiranto sehingga ketika Wiranto hadir, Kalla menyambut, berpelukan, serta bersalaman. Sebelumnya hadir Ketua Umum DPP Karya Peduli Bangsa Jenderal TNI (Purn) Hartono. Hartono yang sempat dicegat petugas KPU di pintu masuk sempat menghardik, "Kamu nggak kenal saya?" katanya, kemudian Hartono dipersilakan masuk.

Saat masih menunggu acara, Kalla sempat mengajak Ketua KPU Abdul Hafiz Anshyari berfoto bersama. Tak lama setelah itu, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa versi Gus Dur, Yenny Wahid, berdiri di tengah-tengah acara dan menyampaikan protes atas kedatangan Ketua PKB Muhaimin Iskandar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpol Pengamanan Pertandingan Dinilai Hanya Menguntungkan Polisi

Perpol Pengamanan Pertandingan Dinilai Hanya Menguntungkan Polisi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jawaban Menpora soal GBK Tak Boleh Dipakai Konser | Ferdy Sambo Disebut Menangis Tatap Foto Keluarga

[POPULER NASIONAL] Jawaban Menpora soal GBK Tak Boleh Dipakai Konser | Ferdy Sambo Disebut Menangis Tatap Foto Keluarga

Nasional
Tanggal Merah Bulan Desember 2022

Tanggal Merah Bulan Desember 2022

Nasional
Hari Nasional dan Internasional Bulan Desember 2022

Hari Nasional dan Internasional Bulan Desember 2022

Nasional
Tanggal 1 Desember Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Desember Hari Memperingati Apa?

Nasional
Tanggal 30 November Hari Memperingati Apa?

Tanggal 30 November Hari Memperingati Apa?

Nasional
Klaim Kesehatan Memburuk, Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura

Klaim Kesehatan Memburuk, Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura

Nasional
Parsindo Sayangkan Sengketa Mereka Tak Diterima Bawaslu, Akan ke PTUN hingga Ombudsman

Parsindo Sayangkan Sengketa Mereka Tak Diterima Bawaslu, Akan ke PTUN hingga Ombudsman

Nasional
Pengacara Ungkap Manipulasi Skenario Ferdy Sambo dari Ketakutan Bharada E

Pengacara Ungkap Manipulasi Skenario Ferdy Sambo dari Ketakutan Bharada E

Nasional
TNI AU Kerahkan Pesawat CN-295 Cari Helikopter Polri yang Hilang di Belitung Timur

TNI AU Kerahkan Pesawat CN-295 Cari Helikopter Polri yang Hilang di Belitung Timur

Nasional
Jaksa KPK Minta Bantuan Jenderal Andika Perkasa untuk Panggil Eks KSAU Agus Supriatna

Jaksa KPK Minta Bantuan Jenderal Andika Perkasa untuk Panggil Eks KSAU Agus Supriatna

Nasional
Gelak Tawa di Ruang Sidang Saat Bharada E Salah Paham Tanggapi Saksi

Gelak Tawa di Ruang Sidang Saat Bharada E Salah Paham Tanggapi Saksi

Nasional
Kuat Ma'ruf Minta Maaf kepada 4 Terdakwa 'Obstruction of Justice' Pembunuhan Brigadir J

Kuat Ma'ruf Minta Maaf kepada 4 Terdakwa "Obstruction of Justice" Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Puan Maharani Respons Pernyataan Jokowi Soal 'Pemimpin Berambut Putih'

Puan Maharani Respons Pernyataan Jokowi Soal "Pemimpin Berambut Putih"

Nasional
Diduga Terima Suap, Hakim Agung Gazalba Saleh Penjarakan Orang 5 Tahun

Diduga Terima Suap, Hakim Agung Gazalba Saleh Penjarakan Orang 5 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.