Saatnya Telah Tiba

Kompas.com - 09/06/2008, 03:00 WIB
Editor

Sindhunata

Dua puluh tahun lalu, piala kejuaraan sepak bola Eropa 1988 diboyong oleh Van Basten dan kawan- kawannya ke Belanda. Agar para pencinta bola bisa ikut merasakan kegembiraan itu, KNVB, PSSI-nya Belanda, mengelilingkan piala tersebut ke kota-kota yang mempunyai kesebelasan amatir.

Waktu itu Rafael van der Vaart masih kanak-kanak. Di kotanya ada kesebelasan amatir, De Kennermers. Klub ini juga diberi kesempatan berfoto bersama dengan piala, lambang supremasi sepak bola Eropa 1988, itu.

”Rafael sangat merindukan kedatangan hari itu. Sayang, persis hari itu tiba, ia sakit. Panitia tahu kekecewaan kami. Maka, syukur di ujung hari, piala itu diampirkan ke rumah kami. Akhirnya, kerinduan Rafael kesampaian, ia berfoto dengan piala kebanggaan itu,” tutur Ramon van der Vaart, ayah Rafael van der Vaart.

Cinta yang mendalam terhadap kesebelasan Oranye sudah tertanam di hati Rafael sejak ia kecil. Tahun 1988, semua duel tim Oranye diikutinya. Ia bahkan melek sampai jauh malam ketika Belanda menjungkirkan Jerman di semifinal.

”Dengan cara dan paksaan apa pun, ia tak mau disuruh tidur,” kata ayahnya. Kekaguman itu tinggal padanya, juga setelah turnamen selesai. ”Pertandingan Belanda-Jerman saya rekam dalam video. Setengah tahun lamanya, Rafael memutar terus video itu setiap malam,” tutur Ramon van der Vaart lagi.

Seperti Rafael van der Vaart, Dirk Kuyt juga mempunyai kenangan manis akan saat itu. Sebagai anak, semula ia hampir tidak mengerti mengapa tiba-tiba kota Amsterdam pecah dalam kegembiraan. Begitu ia tahu itu karena Belanda juara, ia pun ikut bergembira.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Saya melihat semua pertandingan di rumah. Habis pertandingan, saya terus bermain bola di pelataran. Saya tergila-gila akan Gullit dengan rambut rastanya. Maka, saya bahagia ketika akhirnya ia melatih saya di Feyenoord,” kenang Kuyt.

Kenangan manis tak hanya ada pada Van der Vaart atau Kuyt, tetapi juga pada semua pemain Belanda. Kenangan itu terbawa 20 tahun lamanya. Karena itu, Piala Eropa 2008 ini rasanya adalah saat yang tepat untuk mewujudkan impian masa kecil mereka, yakni menjadi seperti Van Basten atau Gullit, yang dua puluh tahun lalu memboyong Piala Eropa ke Belanda.

”Kami mempunyai kualitas untuk melakukan yang spesial. Kami akan melihat apa yang terjadi. Perebutan kejuaraan kali ini memang keras. Tetapi, kami yakin, kami akan meraihnya,” kata Dirk Kuyt. Kuyt yakin akan sampai ke tujuan karena ia merasa kali ini Belanda sungguh kuat dan menyatu sebagai tim.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.