Kloning Rambut Atasi Kebotakan

Kompas.com - 03/06/2008, 12:26 WIB
Editor

MEMPERBANYAK atau mengkloning sel-sel rambut di laboratorium diyakini dapat menawarkan solusi baru dan menjadi teknik potensial mengatasi problem kebotakan pada pria. 

Seperti dilaporkan BBC, Selasa (3/6), para ahli dari Inggris dalam riset pendahuluan berhasil mengembangkan teknik baru dengan cara mengambil sebagian kecil sel rambut, kemudian memperbanyaknya di lab dan menyuntikannya ke kulit kepala yang botak.

Enam bulan setelah perawatan, 11 dari 19 pasien kebotakan menunjukkan pertumbuhan rambut baru.  Meski demikian, peneliti masih harus melakukan riset lanjutan untuk memastikan apakah rambut baru tumbuh normal dan sama dengan aslinya.

Saat ini, sebenarnya telah tersedia berbagai teknik menumbuhkan rambut termasuk transplantasi. Pada metode ini, jumputan rambut (8 hingga 20 helai rambut) dari belakang kepala dipindahkan ke daerah yang diinginkan.  Namun teknik ini memiliki keterbatasan karena sangat bergantung pada jumlah rambut yang tersisa, atau dengan kata lain tak ada rambut baru yang ditumbuhkan.

Namun dengan metode baru ini, yang disebut "follicular cell implantation" , peneliti mengklaim dapat mengatasi keterbatasan suplai sel-sel rambut.  Jika penelitian lanjutan menunjukkan hasil positif, teknik baru ini kemungkinan akan dapat diaplikasikan dalam lima tahun de depan.

Kuncil dari temuan baru ini adalah kemampuan memperbanyak sel-sel rambut di laboratorium.  Mereka hanya mengambil sel-sel dermal papilla yang ditemukan dalam folikel rambut yang berperan penting dalam pertumbuhan rambut.

Sel-sel ini dapat diperoleh dari helaian rambut yang masih tumbuh di bagian belakang kepala yang biasanya masih tumbuh.  Sel-sel yang dipanen ini lalu direndam dan dikembangkan dalam sejenis cairan kimia khusus di laboratorium, sebelum kemudian disuntikkan ke permukaan kepala yang botak.

Hasil penelitian awal menunjukkan banyak pasien yang memperoleh manfaat setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, meskipun jumlah pasien yang dilibatkan dalam percobaan ini masih sedikit.

Dr Paul Kemp, perwakilan dari Perusahan penggagas teknki ini, Intercytex's Scientific -  mengatakan  kehadiran sel-sel dermal papilla dapat memicu tumbuhnya  rambut baru dalam folikel serta meramajakannya lagi setelah berhenti memproduksi  rambut secara sempurna.

"Saya kira teknik ini akan menjadi revolusi dalam perawatan rambut.  Orang akan menggunakan ini ketika mulai mengalami kebotakan.  Mereka akan datang dan mencari kami  Kami akan mengambil sedikit sel-sel dermal papilla, menumbuhkannya di laboratorium, membekukannya dan menyuntikannya sebagian .

"Mereka bis kembali ketika proses kebotakan berlanjut.  Saya yakin ini akan berhasil, ini hanyalah pertanyaan tentang bagaimana menyempurnakan tekniknya," ujar Dr Paul Kemp.     



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Nasional
KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Nasional
Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Nasional
KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

Nasional
Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

Nasional
Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Nasional
Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Nasional
KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Nasional
Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Nasional
Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Nasional
KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X