Pulau Mega Tak Sesepi Perkiraan

Kompas.com - 30/05/2008, 22:58 WIB

JAKARTA, JUMAT - Banyak pulau-pulau terluar memang tak berpenghuni termasuk Pulau Mega yang berada di perbatasan Bengkulu dengan Sumatera Barat. Namun, kosong bukan berarti sepi.

Saat tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara tiba di pulau tersebut, Jumat (30/5) malam suasana tampak ramai. Dari kejauhan tampak titik-titik cahaya bersinar di sekitar pulau.

"Lumayan ramai dan terang-benderang. Ada yang pakai lampu petromaks, ada lampu pakai generator kecil. Kalau ada 8 perahu ada lah," ujar Didi Sugandi, salah satu tim ekspedisi saat dihubungi melalui telepon satelitnya. Jadi, mereka tak kesepian menghabiskan malam pertama di perairan Pulau Mega.   

Menurut Didi, perahu-perahu tersebut adalah nelayan yang berasal dari Padang. Mereka adalah nelayan-nelayan lokal karena perahu yang dipakai umumnya jenis perahu kecil bukan kapal ikan. Meskipun masih masuk ke dalam provinsi Bengkulu, nelayan dari Bengkulu justru jarang ke Pulau Mega karena jaraknya yang cukup jauh.

Meski sulit dijangkau, mencari ikan di perairan sekitar Pulau Mega menjanjikan. Didi menggambarkan, hamparan karang di dasarnya terlihat jelas karena airnya jernih--bahkan saat malam dengan cahaya lampu. Sejak tiba di Pulua Mega, tim juga tak kesulitan menangkap ikan sebagai menu makan malamnya.   

KM Deklarasi Djuanda yang ditumpangi tim ekspedisi menghabiskan waktu seharian untuk perjalanan dari Bengkulu ke Pulua Mega. Kapal tersebut bertolak dari Bengkulu sekitar pukul 09.30 WIB dan baru tiba di Pulau Mega sekitar pukul 19.30 WIB.

Perjalanan  kali ini cukup istimewa karena KM Deklarasi Djuanda dikawal KAL Rato Samban 202 milik Angkatan Laut sampai keluar teluk. Sebelumnya pemberangkatan tim ke Pulau Mega dilepas Kepala Dinas Sosial Bengkulu, jajaran pejabat TNI AL, dan media lokal. Selama di Bengkulu, tim ekspedisi juag sempat bertemu dengan Danlanal Bengkulu Letkol Laut TSNB Hutabarat dan Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin.


Editor

Terkini Lainnya


Close Ads X