Produk Ramah Lingkungan Diaplikasikan

Kompas.com - 27/05/2008, 23:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Untuk pertama kalinya gas pendingin ruangan yang ramah lingkungan atau tidak merusak ozon buatan dalam negeri diaplikasikan perusahaan peti kemas.

Dalam acara pelatihan penggantian gas pendingin yang bersifat merusak ozon ke gas pendingin yang ramah lingkungan, Senin (26/5) di Jakarta, Manajer Pemasaran Produk Gas-gas Domestik Pertamina Agus Nugroho mengatakan, Pertamina mulai mengembangkan hidrokarbon itu sejak 1998 di kilang minyak Plaju, Sumatera Selatan. Namun, produk gas hidrokarbon yang kemudian diberi nama MUSIcool itu baru diluncurkan pada 2005.

”Sementara ini produk ini baru digunakan di beberapa gedung dan apartemen di Jakarta untuk menggantikan freon AC (air conditioner). PT HKS (Hagajaya Kemasindo Sarana) telah menjadi pelopor penggunaan MUSIcool untuk peti kemas,” kata Agus.

Kapasitas produksi hidrokarbon di Plaju, kata Agus, 350 ton per bulan. Namun, sejauh ini baru bisa menghasilkan 170 ton per bulan.


Menurut Agus, pada awal 2006 MUSIcool sudah dinyatakan tak mengandung bahan perusak ozon oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Saat ini empat produk hidrokarbon yang dinyatakan bebas dari bahan perusak ozon adalah MC-12, MC-22, MC-134, dan MC-600.

”Jenis-jenis MUSIcool ini dapat disesuaikan dengan mesin AC yang sebelumnya memanfaatkan freon tanpa mengubah komponen mesinnya,” kata Agus.

Menurut pendiri perusahaan peti kemas berpendingin PT HKS, Handoko Supranoto, ”Ada 400 kontainer berpendingin milik PT HKS sudah digantikan gas pendinginnya dengan gas pendingin ramah lingkungan.”

PT HKS merupakan perusahaan layanan jasa angkutan peti kemas berpendingin antarpulau di Indonesia yang berdiri tahun 1995. Bahan yang didistribusikan antara lain berbagai jenis buah dan es krim.

Menurut Handoko, sejak tahun 2001 pihaknya sudah dikenalkan Pertamina dengan gas pendingin ramah lingkungan atau hidrokarbon untuk menggantikan gas pendingin freon (CFC, HCFC, HFC) yang terbukti merusak lapisan ozon. Namun, ketersediaan gas baru tahun ini.

Menurut Handoko, penggunaan hidrokarbon telah menghemat listrik sampai 30 persen sebab MUSIcool makin meringankan kinerja mesin, sehingga arus listrik dapat ditekan lebih rendah.

Selain itu, pengisian freon untuk tiga kontainer biasanya menghabiskan 13,6 kilogram freon. Dengan hidrokarbon, untuk empat kontainer hanya butuh 6,5 kilogram hidrokarbon. ”Harga freon dan hidrokarbon selisih banyak,” ujar Handoko. (NAW)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Diperiksa Riza Kasus BLBI, Rizal Ramli Dikonfirmasi soal Misrepresentasi

Diperiksa Riza Kasus BLBI, Rizal Ramli Dikonfirmasi soal Misrepresentasi

Nasional
Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Nasional
Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Nasional
Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Nasional
Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Nasional
Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Nasional
Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Nasional
Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Nasional
Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Nasional
Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Nasional
Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Nasional
Pansel Dukung Masyarakat Dirikan Pos Pengaduan Capim KPK

Pansel Dukung Masyarakat Dirikan Pos Pengaduan Capim KPK

Nasional
Wiranto Gelar Rapat Terbatas Tingkat Menteri, Bahas Situasi Politik dan Keamanan

Wiranto Gelar Rapat Terbatas Tingkat Menteri, Bahas Situasi Politik dan Keamanan

Nasional
Close Ads X