Dua Buku Sastra dari Indonesia-Malaysia Diluncurkan

Kompas.com - 16/05/2008, 20:20 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT- Sastrawan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, kembali menunjukkan keakraban. Setelah membuat deklarasi bersama Maret 2008 lalu, sastrawan Indonesia dan Malaysia, Jumat (16/5), di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin meluncurkan dua buku sastra, yaitu kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia) dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih, karya Sawali Tuhusetya (sastrawan Indonesia).

Peluncuran buku yang digelar Komunitas Sastra Indonesia, Komunitas Cerpen Indonesia, dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin itu sekaligus menggelar diskusi dan pembacaan puisi dalam bahasa Melayu dan Mandarin, pembacaan cerpen dan musikalisasi puisi.

Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia Ahmadun Yosi Herfanda ketika mengupas buku Kembali dari Dalam Diri mengatakan, jika didekati secara intertekstual, pemaknaan sajak-sajak Ghaffar (58) lebih kaya dan komprehensif. Tidak hanya membaca kegelisahan hati dan pencapaian estetik seorang penyair, tapi juga kegelisahan hati dan pencapaian estetik seorang penyair, tapi juga kegelisahan masyarakat Melayu sebagai sebuah komunitas politik, budaya, dan agama di tengah berbagai persoalan dunia dan persoalan etnisnya sendiri.

"Dalam pola-pola puitika yang bebas terkendali, Ghaffar cukup banyak menyorot berbgai persoalan dunia yang mampu melampaui batas-batas etnis, sehingga mampu berdialog dengan pembaca yang lebih luas," katanya.

Doktor Chew Fong Peng, ahli sastra Malaysia yang menerjemahkan puisi-puisi Ghaffar ke bahasa Mandarin mengatakan, dari 77 puisi lebih banyak bercerita tentang perang Irak, yang menimbulkan korban harta-benda dan nyawa. Yang menarik puisi "Kembara Anak Perang" dan "Peristiwa 11 September 2001" . Sedangkan Sekjen Persatuan Penulis Nasional Malaysia SM Zakir menilai buku Kembali dari Dalam Diri memberikan gambaran sejarah modern Malaysia dalam dua dekade terakhir.

Buku Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih yang dibahas ahli sastra dari Universitas Indonesia Maman S Mahayana mengatakan, Sawali (44) berhasil mengeksploitasi sisi lain dari kultur Jawa dengan segala mitos, mitologi, sistem kepercayaan, dan dunia pewayangan yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan orang Jawa.

"Antologi yang berisi 20 cerpen ini laksana serangkaian potret orang Jawa yang tak dapat melepaskan diri dari tradisi yang kukuh mencengkeramnya. Maka, rasionalitas dan irasionalitas bisa menjadi peristiwa yang aneh mencekam-mengerikan, tetapi sekaligus juga menarik, bersahaja, dan kadangkala juga menciptakan kelucuan," ungkapnya.

Menurut Maman, dalam semangat multikulturalisme ketika bersepakat mengangkat keindonesiaan dalam keberagamannya, dalam keberbedaannya sebagai kekayaan kultural, maka langkag yang dilakukan Sawali sangat mungkin memberi kontribusi penting. Penting tidak hanya bagi pemerkayaan tema khasanah sastra Indonesia, tetapi juga penting sebagai pintu masuk memahami kultur keindonesiaan. Sementara sastrawan Kurniawan Effendi mengatakan, menilai cerpen-cerpen Sawali menarik untuk dibicarakan, karena banyak mengangkat persoalan rakyat kecil yang sering terabaikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Bareskrim Polri Dalami Video Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Nasional
Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Survei LSI: Penyalahgunaan Wewenang, Korupsi yang Paling Banyak Terjadi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X