Universitas Arizona Akan Teliti Lumpur Lapindo

Kompas.com - 28/04/2008, 17:59 WIB
Editor

SURABAYA, SENIN - Satu tim dari dari School of Earth and Space Explorations Universitas Arizona (Arizona State University) akan meneliti fenomena semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Mereka akan tiba di Surabaya, Selasa (29/4) dan dipimpin oleh Dr Amanda Clark, seorang pakar vulkanologi Amerika.

Public Relations dan Media Executive Moores Rowland Indonesia (Konsultan bisnis), Susi Herawati dalam siaran persnya, Senin (28/4), mengatakan, Dr Clark akan didampingi tim pakar gunung berapi lumpur, termasuk Dannie Hidayat dari Penn State University.

"Mereka merupakan pakar geologi Indonesia dan pakar geo-kimia Hillary Hartnet. Ikut pula Ramon Arrowsmith, seorang pakar tektonik dan pergerakan bumi dari ASU," katanya. Gunung berapi lumpur selama ini memang telah memuntahkan ribuan meter kubik lumpur setiap harinya, sejak 29 Mei 2006. Bahkan telah menggenangi beberapa desa di sekitarnya, sehingga ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal mereka.

Sebelumnya, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) bersama sejumlah lembaga peneliti dari BPPT, Badan Geologi, dan LIPI, serta peneliti asing dari Jepang, Norwegia, dan Rusia, juga meneliti tentang terjadinya semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Peneliti Norwegia, Adriano Mazzini, seorang ahli mud vulcano Norwegia itu tertarik meneliti, karena kondisi semburan lumpur di Porong yang tak kunjung berhenti, sekaligus untuk mengetahui penyebab semburan.

Ia melakukan penelitian dengan mengambil sampel gas di pusat semburan lumpur Lapindo. Selanjutnya, mengambil sampel gas dengan semacam cerobong yang dimasukkan ke pipa yang ujungnya tertutup rapat. Kemudian, ia melakukan penelitian dengan gas helium, yang dilakukan di laboratorium luar negeri.

Susi menambahkan bahwa semburan ini akibat adanya patahan yang terjadi di Arjuna-Penanggungan-Welirang (gunung)-Porong-Kalanganyar-Madura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.