Heryawan Terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat

Kompas.com - 23/04/2008, 01:47 WIB
Editor

BANDUNG, KOMPAS - Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat, Selasa (22/4), menetapkan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Pasangan itu meraih dukungan 7.287.647 suara atau 40,50 persen dari 17.996.105 suara sah.

Kemenangan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional ini sudah diprediksi sejumlah lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat, termasuk Litbang Kompas. Perolehan suara Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) hanya berselisih 0,13 persen dengan prediksi Kompas, yang memprediksikan Hade meraih 40,37 persen. Prediksi Kompas dan sejumlah lembaga survei lain itu telah dimuat di Kompas, Senin (14/4).

Pasangan Agum Gumelar- Nu’man Abdul Hakim (Aman) meraih 6.217.557 suara (34,55 persen) dan Danny Setiawan- Iwan Sulandjana (Dai) didukung 4.490.901 suara (24,95 persen).

Pasangan Hade menang di 17 kabupaten/kota, pasangan Aman unggul di tujuh kabupaten/kota, dan pasangan Dai menang di dua kabupaten. Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), Pilkada Jabar pada 13 April 2008 diikuti 27.933.295 pemilih. Namun, yang mencoblos hanya 18.802.665 pemilih (67,313 persen), sedangkan yang tidak memilih 9.130.594 pemilih (32,7 persen). Surat suara yang rusak sebanyak 806.560 lembar.


Pada saat bersamaan, ribuan pendukung Aman berunjuk rasa di pintu masuk halaman KPU Jabar. Mereka membawa poster dan spanduk yang mendesak KPU menghentikan penetapan hasil Pilkada Jabar serta menghitung ulang kertas suara sah.

Dalam orasinya, Ketua Angkatan Muda Ka’bah Jabar Nurul Angga Laksana meyakini, pasangan yang menang adalah Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim. Alasannya, menurut hasil rekapitulasi suara yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pasangan Aman unggul 1 persen dari Hade.

Rekapitulasi penghitungan suara Selasa pagi dilakukan dengan menghitung secara manual jumlah suara yang telah direkapitulasi di KPU kabupaten/kota. ”Ini merupakan rekapitulasi ketiga, setelah direkapitulasi di tingkat KPU kabupaten/kota dan di kecamatan,” ujar Ketua Kelompok Kerja Pemungutan dan Penghitungan Suara Memet Akhmat Hakim.

Rapat pleno terbuka ini berjalan alot akibat banyaknya sanggahan dari tim kampanye dan saksi tiap-tiap pasangan.

Saksi dari pasangan Aman menolak menandatangani berita acara penetapan hasil penghitungan suara versi KPU Jabar. Alasannya, rekapitulasi di 17 kabupaten/kota tidak ditandatangani saksi tim Aman. ”Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Kepala Daerah mengatur saksi harus menandatangani berkas acara rekapitulasi di tingkat PPK dan KPU kabupaten/kota. Bila tidak, berarti ada keberatan dari saksi kami,” ujar wakil tim kampanye Aman, Rahadi Zakaria.

Menurut Rahadi, pihaknya menemukan banyak kecurangan, seperti penggelembungan suara di Kabupaten Cianjur dan Kota Depok. Rahadi berencana mengajukan gugatan dalam masa sanggah tiga hari ke depan.

Berita acara penetapan rekapitulasi penghitungan suara hanya ditandatangani Ketua KPU Jabar Setia Permana; anggota KPU Jabar, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Affan Sulaeman, Radhar Tribaskoro, dan Memet A Hakim; Sekretaris KPU Jabar Deddy Warmana; saksi dari tim Hade, Sadar Muslihat; dan wakil ketua tim kampanye Dai, Sunatra.

Gubernur Jabar terpilih Ahmad Heryawan dalam jumpa pers di tempat terpisah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung Hade . Ia menyatakan, ”Kemenangan ini bukan kemenangan kami, melainkan kemenangan rakyat Jawa Barat.” (A15/MHF/BAY)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Undang Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

KPK Undang Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Jayapura

Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Jayapura

Nasional
Sambut Hari Antikorupsi, KPK Akan Gelar Festival Musik, Festival Film, hingga Diskusi Integritas Parpol

Sambut Hari Antikorupsi, KPK Akan Gelar Festival Musik, Festival Film, hingga Diskusi Integritas Parpol

Nasional
Bertemu Menhan Australia, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan Maritim

Bertemu Menhan Australia, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan Maritim

Nasional
Stafsus Presiden Nilai Kelompok Disabilitas Perempuan Kurang Terwakili dalam Politik

Stafsus Presiden Nilai Kelompok Disabilitas Perempuan Kurang Terwakili dalam Politik

Nasional
Bambang Soesatyo: Penunjukan Irjen Listyo sebagai Kabareskrim Sangat Tepat

Bambang Soesatyo: Penunjukan Irjen Listyo sebagai Kabareskrim Sangat Tepat

Nasional
Mahfud: Penanganan Karhutla di Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Mahfud: Penanganan Karhutla di Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Nasional
Usai Perpanjangan Penahanan di KPK, Eks Bos Lippo Cikarang Sampaikan Harapan ke Jokowi dan Firli

Usai Perpanjangan Penahanan di KPK, Eks Bos Lippo Cikarang Sampaikan Harapan ke Jokowi dan Firli

Nasional
Lagi, Kapolri Mutasi Komjen Firli Bahuri

Lagi, Kapolri Mutasi Komjen Firli Bahuri

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Presdir Lippo Cikarang

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Presdir Lippo Cikarang

Nasional
Kapolri Tunjuk Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit sebagai Kabareskrim

Kapolri Tunjuk Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit sebagai Kabareskrim

Nasional
Calon Hakim MK Diharapkan Tak Hanya Paham Persoalan Tata Negara

Calon Hakim MK Diharapkan Tak Hanya Paham Persoalan Tata Negara

Nasional
ICJR Minta Pembahasan RKUHP Libatkan Masyarakat dan Akademisi

ICJR Minta Pembahasan RKUHP Libatkan Masyarakat dan Akademisi

Nasional
Jokowi Prediksi Dalam 5 Tahun Pemerintah Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia

Jokowi Prediksi Dalam 5 Tahun Pemerintah Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Oknum Jaksa dan Seorang Swasta sebagai Tersangka Pemerasan

Kejagung Tetapkan 2 Oknum Jaksa dan Seorang Swasta sebagai Tersangka Pemerasan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X