Homoseks, Bisa Karena Lingkungan

Kompas.com - 28/03/2008, 02:17 WIB
EditorAbdi Susanto

Seorang laki-laki usia 28 tahun, sebut saja X, bercerita kepada Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And.

Hampir empat tahun ini, X bekerja, dan sang bos sering mengajaknya keluar. Kebetulan sang bos singel. Awalnya biasa saja. Suatu hari, sang bos mengajaknya tidur di kediamannya yang kebetulan ditempatinya sendirian.

Awalnya, X tidak curiga, tetapi saat tidur, sang bos mulai berlaku lain. Dia memeluk X dan langsung memegang alat vitalnya serta ingin melakukan hubungan intim. Jelas, ini di luar dugaan X yang langsung ingin pulang karena kaget. X menolak meski terus dipaksa sang bos. Esok hari, sang bos minta maaf dan berjanji tidak akan berbuat lagi.  

Namun, saat sang bos mengajak X ke kampungnya dengan alasan saudaranya sakit. Kejadian berulang. Sang bos melakukan hal yang sama di hotel dan memberi uang 2,5 juta rupiah untuk tutup mulut.

X heran, di hari kosong justru dirinya sampai sekarang masih tetap berhubungan sebagaimana layaknya suami istri. X merasa menjadi homoseksual. Bahkan sempat diputus pacar karena ketahuan begitu akrab dengan bosnya.

X yang gusar bertanya: Apakah Saya tidak normal lagi sebagai laki-laki sejati? Kadang di saat dia ada di luar kota saya merasa kangen dan sering melakukan masturbasi sendiri. Apa yang harus dilakukan?

Empat Penyebab
Perilaku seksual dipengaruhi oleh empat faktor. Dorongan seksual, pengalaman seksual sebelumnya, lingkungan sosiokultural dan psikologis. Dalam kehidupan seksual Anda, faktor pengalaman seksual dengan pria itu tampaknya berpengaruh besar. Akibatnya X merasa sangat terkesan dan kemudian menjadi berperilaku homoseksual.

Keadaan seperti ini bukan hal yang aneh. Dalam teori penyebab homoseksual, ada empat faktor penyebabnya. Pertama, faktor biologis, berupa gangguan pada otak. Kedua, faktor psikodinamika yakni gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil. Ketiga, faktor sosiokultural yakni keharusan atau kebiasaan budaya setempat dan keempat, faktor lingkungan yang mendorong melakukan hubungan homoseksual.

Tanpa melupakan kemungkinan adanya ketiga faktor lain, pria homoseksual (sang atasan) merupakan faktor lingkungan yang sangat berarti bagi X. Perjalanan kehidupan seksual X akan berbeda andai X berani menolak ajakan sehingga hubungan homoseksual tidak berlangsung.

Andai setelah hubungan pertama, x lebih berani menolak ajakan pulang kampung, hubungan berikut tidak akan terjadi. Namun, karena tidak berani tegas menolak, terjadilah hubungan yang tidak diinginkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

    Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

    Nasional
    Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

    Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

    Nasional
    Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

    Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

    Nasional
    Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut 'New Normal' Tak Bakal Efektif

    Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut "New Normal" Tak Bakal Efektif

    Nasional
    KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

    KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

    Nasional
    LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

    LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

    Nasional
    Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

    Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

    Nasional
    Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

    Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

    Nasional
    Ketua MPR Minta Penerapan 'New Normal' Berbasis Data yang Valid

    Ketua MPR Minta Penerapan "New Normal" Berbasis Data yang Valid

    Nasional
    Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

    Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

    Nasional
    Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

    Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

    Nasional
    Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era 'New Normal'

    Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era "New Normal"

    Nasional
    Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

    Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

    Nasional
    Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

    Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

    Nasional
    Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

    Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X