Hsieh: Pilih Ma, Masa Depan Taiwan Buruk

Kompas.com - 22/03/2008, 10:40 WIB
Editor

TAIPEI, SABTU - Sekurangnya 17 juta warga Taiwan Sabtu (22/3) menggelar pemungutan suara untuk memilih presiden. Sekitar dua minggu lalu, kandidat oposisi Ma-Ying-jeou tampak siap menang dengan janji perubahan yang dilontarkannya terkait dengan hubungan dengan China, juga mengenai kerjasama pasar yang bakal dijalin dengan negara komunis ini.

Namun, kandidat partai yang sedang berkuasa Frank Hsieh mulai mendapatkan angin. Partainya menggunakan hari terakhir kampanye dengan menghembuskan isu dan memanas-manasi konstituennya atas tindakan China di Tibet.

Hsieh memperingatkan bahwa tindakan China dapat saja terjadi di Taiwan, yang memisah dengan China daratan para pertengahan perang sipil di tahun 1949. Beijing saat ini masih mempertimbangkan pulau Taiwan ini masih menjadi wilayah yang terpisah dan mengancam akan menyerang Taiwan  bila menolah penyatuan.

"Jika Ma terpilih, masa depan Taiwan dalam bahaya," ujar Hsieh kepada khalayak yang sedang berkumpul melakukan reli di selatan Kota Chiayi. "Bagi China, menyerang Tibet atau Taiwan itu merupakan isu yang sama karena merupakan isu domestik China."

Namun Ma menuduh Hsieh telah mengeksploitasi Tibet untuk urusan politik, meski dirinya dia sendiri telah mengancam melakukan boikot atas Olimpiade musim panas yang bakal berlangsung di Beijing, bila situasi Tibet memburuk.

Dia juga menuduh partainya Hsieh, Partai Progresif Demokratik telah memprovokasi Beijing selama delapan tahun untuk menggunakan kekuatannya dan menjanjikan mempengaruhi Presiden Chen Shui-bian yang sedang berkuasa untuk mengubah keinginannya pisah dengan China.

"Kita tidak ingin memperkeruh keadaan di wilayah kita sendiri,"ujarnya "Kita ingin menjadi pembuat damai buka pembuat masalah."

Source : AP

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 13 Juli: 1.175 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 2 Kasus Perdana di Sudan

Update 13 Juli: 1.175 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 2 Kasus Perdana di Sudan

Nasional
Usai Disinggung Jokowi, Prabowo Jajal Rantis Besutan Pindad

Usai Disinggung Jokowi, Prabowo Jajal Rantis Besutan Pindad

Nasional
Survei Litbang Kompas: 69,6 Responden Nilai Perombakan Kabinet Jokowi Mendesak Dilakukan

Survei Litbang Kompas: 69,6 Responden Nilai Perombakan Kabinet Jokowi Mendesak Dilakukan

Nasional
Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pelaku Ekonomi Lebih Kreatif

Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pelaku Ekonomi Lebih Kreatif

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Pimpinan DPRD Jambi

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Pimpinan DPRD Jambi

Nasional
Survei Litbang Kompas: 87,8 Responden Tak Puas pada Kinerja Menteri Tangani Covid-19

Survei Litbang Kompas: 87,8 Responden Tak Puas pada Kinerja Menteri Tangani Covid-19

Nasional
Kadispenad: 98 Orang di Secapa AD Negatif Covid-19

Kadispenad: 98 Orang di Secapa AD Negatif Covid-19

Nasional
Gugus Tugas Jelaskan 6 Protokol Penerimaan Paket di Masa Pandemi Covid-19

Gugus Tugas Jelaskan 6 Protokol Penerimaan Paket di Masa Pandemi Covid-19

Nasional
Kerap Diucapkan Jokowi, Frasa 'New Normal' Kini Direvisi Pemerintah...

Kerap Diucapkan Jokowi, Frasa "New Normal" Kini Direvisi Pemerintah...

Nasional
Zulkifli Hasan: PAN Ya Muhammadiyah, Muhammadiyah Ya PAN

Zulkifli Hasan: PAN Ya Muhammadiyah, Muhammadiyah Ya PAN

Nasional
Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

Nasional
Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

Nasional
Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

[POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

Nasional
Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X