Mayjen Tanri Bali Lamo Penjabat Gubernur Sulsel?

Kompas.com - 18/01/2008, 21:29 WIB
Editor

JAKARTA, JUMAT-Setelah nama mantan Pangdam Brawijaya Mayjen Syamsul Mappareppa dan Dirjen Otonomi Daerah Sodjuangon Situmorang, tiba-tiba saja muncul nama Asisten Personil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Mayjen Tanri Bali Lamo yang akan ditunjuk sebagai penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun hingga malam ini (Jumat, 18/1), pihak Istana belum mau mengumumkan secara resmi siapa yang akan ditunjuk. Seperti dilaporkan Persda Network, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meneken  surat keputusan penunjukan caretaker Sulsel.

"Surat sudah diteken presiden. Tapi saya lupa namanya," papar Hatta. Ketika ditanya satu per satu nama yang diisukan bakal naik, yakni Syamsul Mappareppa atau Sodjuangon Sitomurang, atau Mayjen Tanri Bali Lamo yang dipilih SBY, lagi-lagi Hatta mengaku lupa. "Aduh, beneran saya lupa," sergahnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar menjamin situasi keamanan Sulawesi Selatan akan pulih setelah caretaker  mengambil alih kekosongan kepemimpinan setelah berakhirnya masa jabatan  Amin Syam-Syahrul Limpo. "Insya Allah dengan caretaker situasi kembali membaik," kata Kepala BIN Siregar.

Menurut rencana, pelantikan penjabat Gubernur Sulsel akan dilakukan hari Sabtu (19/12). Hari Sabtu (19/12), sebenarnya jadwal pelantikan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Numang Arifin menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel seperti yang dijadwalkan KPUD. Namun, karena gugatan Amin Syam dikabulkan MA, pelantikan harus ditunda menunggu proses hukum sengketa Pilkada.(Persda Network/Ade Mayasanto)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Nasional
Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Nasional
Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Penanganan Covid-19

Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Penanganan Covid-19

Nasional
Catatan Pengadaan Alat Kesehatan Covid-19: Efektivitas Rapid Test dan APD Buatan Lokal

Catatan Pengadaan Alat Kesehatan Covid-19: Efektivitas Rapid Test dan APD Buatan Lokal

Nasional
Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor yang Tak Pernah Dibahas Bersama Jokowi

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor yang Tak Pernah Dibahas Bersama Jokowi

Nasional
Polri: Pemidanaan dalam Pencegahan Covid-19 Upaya Terakhir

Polri: Pemidanaan dalam Pencegahan Covid-19 Upaya Terakhir

Nasional
Penularan Covid-19 Capai 2.491 Kasus, Masyarakat Diminta Disiplin Pakai Masker hingga Isolasi Mandiri

Penularan Covid-19 Capai 2.491 Kasus, Masyarakat Diminta Disiplin Pakai Masker hingga Isolasi Mandiri

Nasional
Pengamat: Blunder Pemerintah Terkait Covid-19 karena Faksi Politik yang Sebabkan 'Noise'

Pengamat: Blunder Pemerintah Terkait Covid-19 karena Faksi Politik yang Sebabkan "Noise"

Nasional
Pemilihan Ketua MA 2020 di Tengah Pandemi Covid-19...

Pemilihan Ketua MA 2020 di Tengah Pandemi Covid-19...

Nasional
KBRI Washington Pantau Kesehatan WNI Kelompok Rentan Covid-19 Secara Online

KBRI Washington Pantau Kesehatan WNI Kelompok Rentan Covid-19 Secara Online

Nasional
Amnesty: Pidana bagi Penghina Jokowi Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Amnesty: Pidana bagi Penghina Jokowi Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Lima WNI di New York Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal

Lima WNI di New York Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal

Nasional
Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

Nasional
Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

Nasional
Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X