Cornelis Dilantik sebagai Gubernur Kalbar

Kompas.com - 14/01/2008, 13:49 WIB
Editor

Laporan wartawan Kompas Christophorus Wahyu Haryo P

PONTIANAK, KOMPAS- Menteri Dalam Negeri RI Mardiyanto, Senin (14/1), pukul 10.30, atas nama Presiden RI, mengambil janji dan melantik Cornelis-Christiandy Sanjaya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013. Pengambilan Janji dan pelantikan dilangsungkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar.

Dalam sambutannya, Mendagri berpesan agar gubernur dan wakil gubernur yang baru mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel. Selain itu APBD diharapkan berorientasi pada kepentingan publik, pemberantasan kemiskinan, dan penanganan masalah sosial lain.

Acara pelantikan di Balairung DPRD Kalbar ini dihadiri bupati/wali kota se-Kalbar, kepala dinas dan instansi tingkat Provinsi Kalbar, KPUD se-Kalbar, dan camat se-Kalbar.

Dua kandidat gubernur yang kalah dalam pilkada, yakni Akil Mochtar dan Oesman Sapta juga hadir dalam pelantikan itu. Dari 55 anggota DPRD Kalbar, 8 di antaranya absen.

Cornelis-Christiandy menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalbar, menggantikan Usman Jafar-LH Kadir. Cornelis yang lahir di Kabupaten Sanggau, 27 Juli 1953 merupakan Ketua DPD PDIP Kalbar dan sebelumnya menjabat Bupati Landak. Sedangkan Christiandy Sanjaya yang lahir di Kota Singkawang, 29 Maret 1964, sebelumnya adalah Kepala Sekolah SMK Imannuel Pontianak.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam RKUHP, Gelandangan dan Pengganggu Ketertiban Umum Diancam Denda Rp 1 Juta

Dalam RKUHP, Gelandangan dan Pengganggu Ketertiban Umum Diancam Denda Rp 1 Juta

Nasional
KPK Dalami Dugaan Uang Suap Imam Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

KPK Dalami Dugaan Uang Suap Imam Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Nasional
Kritik Revisi KUHP, Pakar Hukum: Kita Sedang Krisis Negarawan

Kritik Revisi KUHP, Pakar Hukum: Kita Sedang Krisis Negarawan

Nasional
Revisi UU KPK, Pemerintah dan DPR Dinilai Membentengi Diri dari KPK

Revisi UU KPK, Pemerintah dan DPR Dinilai Membentengi Diri dari KPK

Nasional
Sempat Alot soal Dana Abadi, RUU Pesantren Akhirnya Disepakati Dibawa ke Rapat Paripurna

Sempat Alot soal Dana Abadi, RUU Pesantren Akhirnya Disepakati Dibawa ke Rapat Paripurna

Nasional
Soal Pengesahan RUU KPK, Mahasiswa Sampaikan Mosi Tidak Percaya ke DPR

Soal Pengesahan RUU KPK, Mahasiswa Sampaikan Mosi Tidak Percaya ke DPR

Nasional
Terima Surat Keberatan Koalisi Masyarakat Sipil, PBB Bakal Analisis Isi Revisi UU KPK

Terima Surat Keberatan Koalisi Masyarakat Sipil, PBB Bakal Analisis Isi Revisi UU KPK

Nasional
Mahasiswa: Kami Lihat DPR Tidak Peduli dengan Masyarakat

Mahasiswa: Kami Lihat DPR Tidak Peduli dengan Masyarakat

Nasional
Waktu Sudah Mepet, Jokowi Disarankan Tak Usah Tunjuk Menpora Baru

Waktu Sudah Mepet, Jokowi Disarankan Tak Usah Tunjuk Menpora Baru

Nasional
Imam Nahrawi Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Imam Nahrawi Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Nasional
Jadi ASN, Pegawai KPK Dikhawatirkan Tergoda Suap

Jadi ASN, Pegawai KPK Dikhawatirkan Tergoda Suap

Nasional
4 Anggota DPRD Lampung Tengah Didakwa Terima Suap dengan Total Rp 9,69 Miliar

4 Anggota DPRD Lampung Tengah Didakwa Terima Suap dengan Total Rp 9,69 Miliar

Nasional
Narapidana dengan Hepatitis C di Lapas dan Rutan DKI Jakarta Akan Dipisahkan

Narapidana dengan Hepatitis C di Lapas dan Rutan DKI Jakarta Akan Dipisahkan

Nasional
Menhan: Dari Dulu Saya Bilang, TNI-Polri Tak Akan Ditarik dari Papua

Menhan: Dari Dulu Saya Bilang, TNI-Polri Tak Akan Ditarik dari Papua

Nasional
Mahasiswa Penolak RUU KPK dan RKUHP Kecewa Tak Bisa Bertemu Pimpinan DPR

Mahasiswa Penolak RUU KPK dan RKUHP Kecewa Tak Bisa Bertemu Pimpinan DPR

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X